Tinggal 18 Hari Bebas, Napi Kabur Bawa Motor Petugas Rutan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Muhammad Rifai alias Arief (21), narapidana (Napi) yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara akhirnya berhasil ditangkap petugas rutan setempat, Minggu (4/3).

“Dia tidak menyerahkan diri, tapi kita bekuk saat berada di kediaman rekanannya di Tarahan Lampung Selatan,” ujar Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas II B Kotabumi Gusvendra, saat melaporkan aksi pencurian sepeda motor oleh Napi tersebut di Mapolres Lampura, Senin (5/4).

Sementara sepeda motor yang dibawa kabur oleh Rifai pada Sabtu siang (3/3) lalu merupakan milik petugas Rutan Kelas II B Kotabumi sudah juga diamankan petugas.

Menurut Gusvendra, sepeda motor itu, bukan karena dipinjamkan kepada Arief, tapi dibawa secara sepihak karena petugas tersebut lupa mencabut kunci sepeda motor honda Beat miliknya.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

“Saat itu, tahanan luar dengan tugas bersih-bersih ada tiga orang. Tapi pas, masuk kembali ke dalam Rutan, hanya dua orang. Kami lalu lapor ke Mapolres Lampura,” ungkapnya.

Sebelum kabur ke Tarahan, sambung dia, Arief sempat mengunjungi rekannya di Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara, Lampura. Di sana, yang bersangkutan mengganti pakaian dan mendapat alat komunikasi atau ponsel. Ponsel inilah yang menjadi pintu masuk bagi pihaknya untuk melacak keberadaan Arief. Setelah dilakukan penyadapan, ternyata diketahui yang bersangkutan di daerah Tarahan. Para petugas Rutan langsung bergegas menuju lokasi untuk menangkapnya.

Arief dapat mudah kabur, karena yang bersangkutan berstatus tahanan pendamping yang bertugas membersihkan halaman luar dari Rutan Kelas II B Kotabumi.

Baca Juga:   Persediaan Oksigen Jadi Kendala Penambahan Pasien

“Yang bersangkutan, hanya tinggal menjalani hukuman subsider 18 hari. Hal inilah yang membuat pihaknya tak pernah mengira yang bersangkutan nekat kabur. Arief divonis delapan bulan penjara dalam kasus pengecoran BBM (Bahan Bakar Minyak),” kata dia. (rid/rnn/gus)




  • Bagikan