Tingkatkan Pendapatan Perajin Rotan di Pringsewu

  • Bagikan
Pemberian materi penerapan strategi inovasi bagi perajin suvenir bambu di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Foto dok. Tim Pengabdian Masyarakat Unila

Oleh:
Hartono, S.Sos., M.A.
Deddy Aprilani, S.A.N., M.A.
Drs. Dian Komarsyah,. M.Si.P

Jurusan Administrasi Niaga FISIP Unila


RADARLAMPUNG.CO.ID-Permasalahan bisnis usaha kecil, khususnya dalam mempertahankan usaha pada awal pendiriannya, sangat kompleks. Usaha kecil sebagaimana para pelaku usaha di bidang industri kuliner, kerajinan, dan lain-lain sering kesulitan mencari solusi dalam permasalahan pengembangan usahanya.

Selain para pelaku berlatar belakang pendidikan yang kurang memadai, juga kesulitan mendapatkan akses pembelajaran dan pengetahuan mengenai kreativitas dan inovasi produk yang dihadapinya.

Keterbatasan tersebut ditambah dengan keengganan para pelaku usaha dan kesulitannya mempelajari teknik pembuatan yang menuntut adanya aplikasi teknologi tepat guna. Mereka akan lebih mudah paham jika diberikan pelatihan yang langsung dengan memberikan contoh-contoh kreativitas dan inovasi dalam upaya meningkatkan daya dan produknya.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

Melalui penerapan strategi inovasi dalam pembuatan kerajinan suvenir bambu sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat (perajin rotan), tim dosen pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) memberikan solusi terhadap permasalahan mitra.

Dalam hal ini bagi perajin bambu di Kecamatan Pringsewu, di mana produknya yang selama ini dihasilkan tidak mampu bersaing di pasaran karena banyak produk substitusi yang lebih murah.

Keunggulan dari pengabdian tersebut menerapkan strategi inovasi dalam proses pembuatan kerajinan suvenir bambu bagi para perajin di Kecamatan Pringsewu dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para perajin. Adapun manfaatnya dapat mengaplikasikan teknologi tepat guna dalam proses pembuatan kerajinan suvenir bambu dan mampu berorganisasi dengan membentuk kelompok sehingga para perajin dapat bersinergi dalam mengembangkan usaha kerajinan bambu. (*)




  • Bagikan