Tingkatkan Pengelolaan Wakaf Profesional, Kemenag Lampung Latih Nadzir SKKNI

  • Bagikan
Kepala Kanwil Kemenag provinsi Lampung Juanda Naim, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais berzawa) Erwinto, jajarannya saat foto bersama dengan peserta workshop standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKNNI) bagi nadzir tahun 2021, di Hotel Arinas, Bandarlampung, Rabu (16/6). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Lampung menggelar workshop standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKNNI) bagi nadzir tahun 2021, di Hotel Arinas, Tanjungkarang pusat, Bandarlampung selama tiga hari, mulai Rabu-Jumat (16-18). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan wakaf yang profesional.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung Juanda Naim mengatakan, saat ini peran pemerintah dalam wakaf, Kemenag sebagai regulator, motivator, dan fasilitator peran dalam pengelolaan zakat dan wakaf. Sesungguhnya jika wakaf berjalan efektif, maka akan meningkatkan kesejahteraan umat islam, karena wakaf hanya berada di ajaran islam.

“Hal ini menjadi tantangan bagi kami, karena umat islam mayoritas terbesar tapi masih berada di garis kemiskinan. Jika potensi wakaf bukan hanya lahan, tapi apa yang dicanangkan presiden berupa wakaf uang bisa terlaksana,” kata Juanda Naim usai membuka Workshop SKNNI, Rabu malam (16/7).

Baca Juga:   Gubernur Lampung Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga

Juanda Naim menyebut, apabila wakaf uang digelorakan pada seluruh umat islam, maka akan memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat islam, khususnya di Lampung. Dalam hal ini, Kemenag juga berharap agar para nadzir ini bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, dalam mengelola wakaf.

“Arahan kami ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) agar terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Hal ini agar tugas pokok dan fungsi BWI bersama Kemenag, bisa lebih maksimal serta optimal dalam menggelorakan wakaf uang dan tanah,” ujar Juanda Naim.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais berzawa) Erwinto mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 30 peserta terdiri sekretaris BWI di 15 kabupaten/kota. “Kemudian ditambah pengurus wakaf, baik nazir lembaga, maupun perorangan. Narasumber workshop ini dari intern dan praktisi MUI, UIN Lampung, BWI Lampung, dan praktisi ahli bidang perwakafan,” ungkap Erwinto. (gar/wdi)




  • Bagikan