Tips untuk Menjadi Hafizah: Meski Susah, Harus Tetap Bersungguh-sungguh

  • Bagikan
Dewan juri Lomba Tahfidz Qur'an 30 juz, Sin Musri'ah seorang penghafal 30 juz dan juga mahasiswi IIB Darmajaya. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dengan niat, dan bersungguh-sungguh, hafalan Alquran akan terasa lebih mudah. Itu yang dirasakan oleh salah satu juri dalam lomba Tahfidz juz 30 Kampung Ramadan Radar Lampung yang juga mahasiswi IIB Darmajaya Sin Musri’ah.

Sin- sapaan akrabnya- telah hafal 30 juz sejak usia 19 tahun, kini usianya telah menginjak 21 tahun. Ia mengaku, dari kecil (TK) sudah tinggal di pondok pesantren, otomatis ia juga menyesuaikan kehidupan di pondok. Sehingga, saat SD ia sudah hafal juz 30.

“Mulai kelas 6 SD, saya baru menghafal untuk juz satu dan seterusnya. Karena saat TK dan SD, juz 30 harus sudah hafal. Saat mahasiswi, terus menghafal, bagi waktu kuliah, dan menghafal. Alhamdulillah bisa,” ujarnya.

Ia menyampaikan berdasarkan pengalamannya, hafalan Alquran harus dilakukan sejak usia dini, ibarat menulis di atas batu, akan lama diingatnya.

“Kalau dari kecil kan pikirannya masih fresh, jadi sudah bisa dilatih untuk hafalan Alquran,” ucapnya.

Namun, yang pasti, harus sungguh-sungguh dalam menghafal Alquran, dan juga semangat.

“Biasanya yang sungguh-sungguh itu lebih bisa dari yang punya bakat. Bakat 90 persen kalau tidak bersungguh-sungguh, malah bisa jadi 50 persen. Walaupun susah, kalau sungguh-sungguh pasti bisa,” ujarnya. (rur/sur)




  • Bagikan