Titik dari Sebuah Berita

  • Bagikan

Oleh: Wirahadikusumah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tabik Pun…

Jujur. Tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya menorehkan tulisan ini: Sebuah catatan pamitan.

Ya, terhitung sejak Selasa (17/7), saya memutuskan untuk mundur dari SKH Radar Lampung, sebuah kantor yang sangat saya cintai.

Bagi saya keputusan mundur dari jabatan Pemimpin Redaksi SKH Radar Lampung adalah sebuah konsekuensi yang harus saya tempuh manakala saya memutuskan untuk terjun ke dunia yang berbeda dari jurnalistik, yaitu dunia politik.

Keputusan mundur dari SKH Radar Lampung ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap SKH Radar Lampung dan dunia jurnalistik yang telah mengajarkan saya banyak hal.

Saya punya tanggung jawab untuk menjaga SKH Radar Lampung dan jurnalisme yang saya cintai agar tetap berjalan di track-nya. Mengabarkan informasi yang benar, memenuhi hak masyarakat untuk tahu tanpa harus masuk dalam kepentingan politik praktis.

Sebagai seorang profesional, saya harus mundur. Saya wajib mundur demi menjaga marwah dunia pers dan SKH Radar Lampung.

Baca Juga:   Hamdalah, Lampung Kembali Terima Vaksin Covid-19

Saya kini resmi terdaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Provinsi Lampung dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji.

Lantas, pertanyaannya, mengapa saya memilih untuk terjun ke dunia politik praktis? Karena saya merasa sudah saatnya mengisi ruang-ruang sunyi di dunia politik dengan menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini saya tangkap, ketika saya bergulat di dunia jurnalistik.

Ya, jurnalisme telah mengajarkan saya satu pelajaran penting dalam hidup. Menjadi seorang jurnalis telah membuka saya tentang banyak hal. Ada kalanya hal yang saya pelajari itu menyangkut sesuatu yang pahit. Seperti tentang ketidak adilan, ketimpangan sosial hingga kesewenang-wenangan.

Melalui jurnalistik, saya mencoba untuk ikut mengambil peran mencoba menghapusnya. Tentunya dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan.

Kini tibalah saatnya bagi saya untuk mengimplementasikan apa yang saya pelajari selama berkecimpung di dunia jurnalistik. Saya memandang politik adalah dunia yang suci alat untuk merubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Baca Juga:   70 Ribu Pekerja PPKM Level 3 dan 4 di Lampung Masuk Data Penerima BSU

Saya yakin, dengan pelajaran berharga di dunia jurnalistik bersama SKH Radar Lampung, saya akan mampu menyampaikan aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya ke tataran yang lebih praktis.

Ada pepatah bijak bilang, hidup adalah pilihan. Ibarat menulis berita, ini adalah titik yang menjadi akhir cerita. Sudah saatnya saya menulis di lembaran baru. Dengan kisah yang baru pula.

Akhir kata, terima kasih saya tidak terhingga kepada SKH Radar Lampung yang telah menjadi keluarga kedua bagi saya sejak 10 tahun terakhir ini.

Selamanya SKH Radar Lampung menjadi keluarga bagi saya. Saya mohon maaf atas kesalahan saya selama ini disengaja ataupun tidak disengaja. Terutama kepada pembaca setia SKH Radar Lampung.

Saya pamit, saya juga mohon doa restu. Semoga SKH Radar Lampung tetap menjadi yang terbesar dan terbaik di Lampung. Tabik ! (whk)




  • Bagikan