Tokoh Agama di Tanggamus Dikumpulkan, Ingatkan Tentang Toleransi

  • Bagikan
Wakil Bupati A.M. Syafi’i memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan tokoh lintas agama yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol setempat di aula Kejari Tanggamus, Rabu (24/7), FOTO DOKUMEN KESBANGPOL TANGGAMUS
Wakil Bupati A.M. Syafi’i memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan tokoh lintas agama yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol setempat di aula Kejari Tanggamus, Rabu (24/7), FOTO DOKUMEN KESBANGPOL TANGGAMUS

radarlampung.co.id – Kantor Kesbangpol Tanggamus menggelar kegiatan pembinaan tokoh lintas agama, Rabu (24/7). Kegiatan bertajuk Bersama Memelihara Kerukunan Antar Umat Beragama dan Mencegah Potensi Konflik Sosial Terhadap Keberadaan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat Demi Kedamaian dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu berlangsung di aula Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanggamus AM. Syaf’i, Dandim 0424/TGMS Letkol Arh. Anang Hasto Utomo, Asisten Bidang Pemerintahan Jonsen Vanisa, dan Kasatbinmas Polres Tanggamus Iptu Irfansyah Panjaitan. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Ketua FKUB Lampung Prof. Dr. Hi. M. Damrah Khair, M.A.; Ketua MTA Tanggamus Hi. Sudarso, Ketua Hindu Dharma I Wayan Geden, S.Pd., M.Pd.; Ketua Jemaat Gereja Bethel Gisting Edi Kedel dan Ketua umat Budha Tanggamus Herman.

A.M. Syafii menyatakan, pemkab menyambut baik kegiatan tersebut. Ini merupakan salah satu upaya untuk terus membangun komunikasi dan silaturahmi, demi menjaga kedamaian, persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Tanggamus.

“Beragama adalah hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Dalam hal ini setiap orang bebas memilih agama dan beribadah menurut kepercayaannya. Ini dijamin dalam UUD 1945,” kata Syafi’i dalam sambutannya.

Sementara Dandim 0424/TGMS Letkol Arh. Anang Hasto Utomo menyampaikan bagaimana merawat Kebhinekaan. ”Jika Kebhinekaan atau perbedaan ini tidak dirawat, maka akan menuju ke arah perpecahan. Untuk itu, jadikan perbedaan ini sebagai sarana saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Bukan lagi yang memecah belah, tapi saling melengkapi dan menutupi satu dengan yang lainnya,” tegas Anang.

Pada bagian lain, Kepala Kantor Kesbangpol Tanggamus Ajpani Majid mengungkapkan, tujuan kegiatan itu adalah memberikan pemahaman kepada para tokoh lintas agama tentang pentingnya merawat dan menjaga toleransi antarumat beragama. Kemudian upaya antisipasi potensi konflik horizontal terhadap keberadaan aliran kepercayaan dan keagamaan dalam masyarakat.

“Ini juga sebagai upaya memelihara keharmonisan hubungan antarumat beragama dan kerukunan bangsa demi keutuhan NKRI,” sebut dia. (ral/ehl/ais)




  • Bagikan