Tolong! Kami Terancam, Gajah Rusak Kebun dan Dekati Pemukiman

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kawanan gajah liar keluar dari kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Pekon Sumberejo, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat. Hewan berbelalai ini merusak perkebunan warga dan mengancam pemukiman penduduk.

Menurut Peratin Pekon Sumberejo Tomi, gajah-gajah liar ini sudah terlihat sejak tiga hari lalu. Ada sembilan ekor yang memasuki areal perkebunan dan dekat dengan pemukiman. ”Kawanan gajah liar itu merusak tanaman jagung dan tanaman lainnya diperkebunan warga,” kata Tomi, Rabu (23/1).

Selasa malam (22/1), terus Tomi, warga berusaha menghalau kawanan gajah dengan menggunakan petasan dan lainnya. ”Kami berharap msalah gajah liar ini segera ditangani oleh pihak terkait. Sebab masyarakat sangat khawatir,” sebut dia.

Baca Juga:   Absen Rapat dengan Gubernur Lampung, Tiga Bupati Isolasi Mandiri

Tidak hanya merusak kebun. Konflik gajah dengan manusia ini memakan korban jiwa. Pasangan suami istri Nasrudin (65) dan Saudah (60), tewas diduga akibat serangan gajah liar di kebun tanjakan Mayit, areal hutan produksi terbatas (HPT) Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat, Rabu (15/8/2018).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya, ada sekitar 15-20 ekor gajah melintas di kebun tersebut. Kawanan hewan berbelalai ini melewati gubuk yang didiami kedua korban.

Kasus ini dilaporkan oleh Eka, menantu korban. Ia menyatakan ada sekawanan gajah melintas kebun. Mereka merusak gubuk korban.

Dari sini, anggota Polsubsektor Selendang Mayang dan tim terkait menuju lokasi kejadian. Saat itu, Nasrudin terlihat berada di luar gubuk. Sementara istrinya tergeletak di jalan dalam kondisi sudah meninggal.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

Juni 2018, 12 ekor gajah liar merusak perkebunan di Pekon Roworejo Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Dua unit rumah warga dan satu gubuk yang berada di perkebunan rusak. (yan/ais)

 

 

 

 




  • Bagikan