Total Klaim Isolasi Pemudik Capai Rp18 Miliar

  • Bagikan
Kepala Diskes Lampung Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Total biaya yang digunakan Dinas Kesehatan Lampung dalam pelaksanaan mandatori cek selama penyekatan mudik lebaran Idul Fitri 1442 tahun ini, serta biaya isolasi bagi para pemudik yang diketahui terkonfirmasi Covid-19 mencapai Rp18 miliar.

Hal tersebut dikemukakan Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana di Kantor Gubernur Lampung, Rabu (9/6). “Untuk total klaim itu hampir Rp18 miliar untuk membayar tempat isolasi, makan, termasuk kalau tempatnya di hotel ya,” beber Reihana.

Dia mengatakan, proses klaim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Lampung yang akan diteruskan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Klaim sudah kami proses melalui BPBD. Nanti kam mereka yang akan meneruskan ke pusat,” lanjut Reihana.

Baca Juga:   Terkonfirmasi Covid-19 di Lambar Bertambah 23 Kasus

Sementara yang masih menjalani isolasi sampai saat ini berkisar 72 orang dari total yang terkonfirmasi dari hasil mandatori cek penyekatan mudik Idul Fitri 1442 sebanyak 1351 orang. Beberapa lokasi isolasi mandiri pun beberapa sudah tidak menampung kembali pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Yang sudah selesai isolasi tinggal sedikit, sekitar 72 orang lagi. (Pasien) Ada di Hotel Negeri Baru Resort, di Rumah Sakit Unila. Untuk yang di Tabek Indah Resort sudah selesai, Asrama Haji juga sudah selesai. Jadi tinggal sedikit lagi, sama di Lamteng sudah beberapa,” lanjutnya.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Syawal Sugiarto mengatakan saat ini klaim yang diajukan Dinkes Provinsi Lampung tengah dalam review BPKP (badan pengawasan keuangan dan pembangunan). “Jadi memang itu prosedurnya, sebelum klaim ke Jakarta prosedur nya harus menunggu review dari BPKP. Saat ini tahapannya masih dalam proses review,” jelas Rudy.

Baca Juga:   Berdalih Menagih Hutang, Lalu Bawa Kabur Motor Korban

Barulah jika hasil review telah beres, nantinya hasil review ini akan kami kirimkan ke BNPB untuk mengklaim dana yabg dikeluarkan dinkes dalam mandatori cek ini. “Jika memang sudah cair nanti akan langsung kami teruskan, jadi sifatnya pencairan dananya nanti dalam bentuk dana siap pakai,” lanjutnya. (rma/wdi)



  • Bagikan