TPK Bulan Mei turun, Tak Ada Recovery Pendapatan Hotel di Lebaran

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Lampung pada Mei 2021 tercatat 34,29 persen, turun 6,49 poin dibanding TPK hotel pada April 2021 yang tercatat sebesar 40,78 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Faizal Anwar mengatakan, klasifikasi hotel berbintang pada Mei 2021, TPK hotel bintang 1 dan 2 tercatat sebesar 30,75 persen, hotel bintang 3 sebesar 33,64 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 36,31 persen.

Sementara pada bulan April 2021, TPK hotel bintang 1 dan 2 sebesar 30,07 persen, hotel bintang 3 sebesar 39,84 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 45,30 persen.

“Tingkat hunian hotel di Lampung ini berada di atas angka nasional yang sebesar 31,97 persen,” ujarnya.

Faizal melanjutkan, jumlah tamu yang menginap selama Mei 2021 di hotel berbintang mencapai 42.776 orang, terdiri dari 65 tamu asing dan 42.711 tamu domestik.

Baca Juga:   PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 T di Semester I 2021

“Kondisi ini mengalami penurunan sebanyak 6.266 orang atau 12,78 persen dibandingkan April 2021 yang tercatat 49.042 orang,” ucapnya.

Terpisah, wakil ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter lampung Adhi Wahyu menuturkan, saat kondisi normal di bulan Mei memang trennya seperti itu, bahwa aktivitas kegiatan atau perjalanan berkurang. Terlebih biasanya Ramadhan hampir 3 minggu di Bulan Mei.

“Memang akan ada penurunan aktivitas, setiap tahunnya memang trennya seperti itu. Terlebih, tahun ini kalau kita ingat ada pengetatan perjalanan atau larangan mudik itu juga sangat berpengaruh ke tingkat hunian,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya hotel untuk bisa meningkatkan TPK, ada beberapa hotel yang melakukan promosi dengan memberikan diskon khusus, tetapi upaya itupun tak memberikan dampak yang signifikan terhadap TPK hotel.

Baca Juga:   Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Dinilai Akan Makin Solid

“Ya karena tamunya tidak ada. Memang upaya pemberian diskon atau promosi tidak memberikan dampak yang baik bagi bisnis hotel. Jadi tidak ada upaya spesial yang kita lakukan karena menyangkut peraturan dari pemerintah yang tak bisa kita lawan. Kalau kondisi normal, lebaran menjadi recovery pendapatan di bulan ramadhannya. Di Ramadhan pasti ada pengurangan kegiatan, lebaran biasanya 2 kali lipat pendapatan kita,” kata General Manager Batiqa Hotel Lampung itu.

Pihaknya pun berharap, pemerintah bisa memberikan kelonggaran, karena kalau perjalanan dilarang, pembatasan semakin ketat, bisnis hotel dan pariwista akan terpuruk.

“Karena bisnis hotel maupun pariwisata mendapatkan pendapatan dari orang-orang yang melakukan perjalanan,” pungkasnya. (rur/yud)




  • Bagikan