Tradisi “Berburu” Takjil, Rezeki Pedagang Saat Ramadan

  • Bagikan

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bulan Suci Ramadan, ternyata tidak hanya memberi kesempatan bagi umat muslim untuk meningkatkan amal ibadahnya, tapi juga membuka peluang bagi para pedagang musiman untuk mengais rezeki.

Betapa tidak, dengan berjualan beraneka jenis makanan, serta minuman dan jajanan berbuka puasa (takjil), mereka berharap memperoleh rezeki dari usahanya itu.

Setiap tahun di bulan Ramadan, sejumlah pasar di Kabupaten Tubaba memang selalu ramai oleh para pedagang takjil. Bahkan, ada diantaranya yang hingga mendirikan tenda sebagai tempat menjajakan barang dagangannya. Salah satu pasar yang selalu ramai yakni Pasar Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar.

Di pasar ini, para pedagang musiman memanfaatkan area parkir hingga tepian jalan sebagai tempat mereka berdagang. Saat sore menjelang senja tiba, lokasi itu dengan cepat berubah menjadi sangat ramai. Para pembeli pun rela berdesak-desakan untuk mencari menu buka puasa dan takjil sesuai selera mereka.

Baca Juga:   Bikin Resah, Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Penyetruman Ikan

Berburu takjil saat ramadan memang sudah menjadi tradisi di tengah-tengah masyarakat. Fenomena ini biasanya dimulai sekitar pukul 15.30 WIB hingga usai berbuka puasa, sekitar Pukul 18.30 WIB. Tak jarang, ramainya pembeli dan pedagang membuat jalanan menjadi macet. Tapi, itu tidak menjadi masalah. Mereka tetap antusias. Bagi pedagang, ini adalah berkah dan pintu rezeki mereka. Pembeli pun puas, semua menu tersedia di sana.

Para pembeli mengaku sangat terbantu dengan adanya pedagang takjil yang menyiapkan menu buka puasa cukup lengkap tersebut. Sebab menurutnya, dengan kesibukan aktivitas yang dijalani terkadang membuat para ibu rumah tangga menjadi tidak sempat memasak makanan untuk buka puasa‎, sehingga satu-satunya pilihan adalah dengan membeli yang sudah siap dikonsumsi agar tetap bisa berbuka puasa bersama keluarga.‎

Baca Juga:   Inspektorat : Kehadiran ASN Tubaba Pasca Libur Lebaran 98 Persen

“Yang jelas, kami sangat berterima kasih dengan adanya pedagang takjil ini. Karena selain harganya yang terjangkau, juga sangat  membantu kami kalau tidak sempat masak di rumah. Tidak banyak yang kami harapkan, selain cita rasa yang wajib diperhatikan, para pedagang juga harus tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan ataupun jajanan yang dijual,”singkat Yanti (41), warga Kelurahan Daya Murni.

Salah satu pedagang saat berbincang-bincang mengakui bulan Ramadan telah memberikan rezeki tersendiri bagi keluarganya. Ibu muda ini bisa meraup keuntungan yang lumayan dari berjualan belasan jenis sayur dan lauk pauk.

“Alhamdulilah Mas untuk tambahan pemasukan. Penghasilan per harinya bisa bersih 200-an ribu rupiah,”ungkap wanita berjilbab coklat ini kepada Radar Tuba sambil melayani pembeli, Senin (19/4) sore.

Baca Juga:   Pemkab Tubaba Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Walau sebagai pedagang “dadakan”, namun menurutnya para pedagang di pasar takjil tersebut selalu memperhatikan kualitas makanan yang mereka jajakan. Hal itu agar konsumen merasa aman, nyaman, dan tidak ragu untuk membelinya.

“Untuk kualitas tetap kita jaga, dan saya kira teman-teman (pedagang) lainnya juga seperti itu.‎ Yang pasti agar pembeli tidak kapok (kecewa) membeli makanan
disini. Karena itu, selain menjaga rasa, kami juga mengutamakan kebersihan dan kesehatan,”imbuhnya lagi. (fei/rnn/yud).



  • Bagikan