Tren Kasus Covid-19 di Lambar Mulai Landai, Tapi Angka Kematian Tinggi

  • Bagikan
ilustrasi dok eurowildlife.org

RADARLAMPUNG.CO.ID- Jika memasuki bulan Juli 2021 lalu tren kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat mengalami lonjakan tajam, maka di akhir bulan Juli dan memasuki bulan Agustus tren kasus Covid-19 mulai melandai.

Tercatat dalam dua hari Sabtu-Minggu penambahan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 44 kasus, delapan kasus terjadi pada Sabtu dan 36 kasus terjadi pada Minggu. Hanya saja untuk angka kematian cukup tinggi, dalam dua hari tersebut tercatat tujuh kasus.


Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lambar Bidang Komunikasi Publik Erna Yanti, S. Farm, APT, MPH., mengungkapkan, untuk penambahan 44 kasus dua hari terakhir. Yakni berasal dari Kecamatan Gedungsurian dua kasus meninggal, Pagardewa empat kasus, dua hasil tracing, satu ke pasar, dan satu acara di rumah, tracing dua, zatu ke pasar, satu acara di rumah, kemudin dua kasus dari BNS semuanya meninggal dunia.

Baca Juga:   Dua Remaja Tenggelam di Way Sekampung

“Selanjutnya, dua kasus dari Kecamatan Pagardewa, satu sering bepergian, dan datu hasil tracing, penambahan juga terjadi di Kecamatan Batuketulis sebanyak tiga kasus, dua isolasi di RS dan satu meninggal dunia,” ungkapnya.

Lalu, Sekincau bertambah delapan kasus, dua berobat di Jakarta, satu isolasi di RS medika, dua pesta du tetangga, dua meningal, satu hasil tracing, kemudian penambahan dari Sukau tiga kasus, dua tracing, satu melayat di Jakarta, Kebuntebu delapan kasus, dua bepergian ke pasar, satu bertugas di lapangan dan lima hasil tracing, terakhir 12 kasus dari Balikbukit, dua dari Balam, satu Belanja di toko ritel, satu kontak dengan banyak pasien, satu berdagang, tujuh hasil tracing.

Baca Juga:   Pengamat: JTTS Ruas Terpeka Masuk Kategori Black Spot

“Dengan penambahan 44 kasus baru tersebut mala total terkonfirmasi Covid-19 di Lambar saat ini mencapai 2.026 kasus, Selesai isolasi 1.560 kasus dan angka kematian akibat terpapar Covid-19 mencapai 98 kasus, ” beber Erna.

Dengan terjadinya penambahan tersebut, kata dia, maka petugas di lapangan kembali melakukan tracing, namun diharapkan hasil tracing nantinta tidak ada penambahan kasus baru, sehingga rantai penyebaran Covid-19 bisa terputus. (nop/wdi)




  • Bagikan