Tu Kan…, Air Genangi Kawasan Depan LPL Berjam-jam Pasca Hujan Deras

  • Bagikan
Suasana aliran Way Rua yang melintasi Jl. Z.A Pagar Alam pasca meluap, Rabu (10/11). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Suasana aliran Way Rua yang melintasi Jl. Z.A Pagar Alam pasca meluap, Rabu (10/11). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Hujan yang mengguyur Bandarlampung pada Selasa (9/11) sore hingga malam menyebabkan banjir di beberapa daerah. Salah satunya di Kelurahan Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Bandarlampung.

Way Rua yang melintasi kelurahan tersebut tidak lagi mampu menampung lagi debit. Akibatnya Jl. Z.A Pagar Alam, tepat di depan lokasi pembangunan Living Plaza Lampung (LPL) tergenang, yang mengakibatkan kedaraan yang melintas mogok, begitu pula dengan rumah yang ada di bantaran Way Rua.


Di mana, saat ini area pinggir LPL atau yang berbatasan dengan Way Rua telah dipondasi tinggi dan pagar tinggi sehingga air yang meluap memenuhi Jl. Z.A Pagar Alam.

Sebelum dibangun, dulunya area tersebut merupakan rawa-rawa atau daerah resapan air.

Baca Juga:   Pemkot Tingkatkan Kerjasama Pencegahan Korupsi dengan Kejari

Lurah Rajabasa Nunyai Darwono mengatakan, air mulai meluap pasca hujan berhenti atau mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB dan mulai surut pukul 24.00 WIB. Di mana, air yang mengalir melalui sungai tersebut diperkirakan berasal dari atas, seperti Kemiling dan Langkapura.

“Ya kiriman, waktu hujan deras air belum menguap. Nah sekitar pukul 20.00 WIB saat hujan berhenti air mulai menguap. Memang daerah kita ini rutin tergenang karena seperti kuali posisinya,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id saat ditemui di kantornya, Rabu (10/11).

Untuk area pemukiman, kata Darwono ada sekitar tiga gang yang terdampak, yaitu Gang Raya, Gang Masjid, dan Gang Bungsu.

Ada sekitar 10 rumah yang berada dibantaran Way Rua terdampak di tiga gang tersebut. “Di RT 04, Lk 02. Tingginya ada yang sedengkul,” ucapnya.

Baca Juga:   Tanamkan Wawasan Kebangsaan Sejak Dini

Darwono pun membenarkan bahwa air yang menggenai Jl. Z.A Pagar Alam menyebabkan beberapa kendaraan yang melintas mogok.

“Ya, kita bersama pak Camat sampai pukul 01.00 WIB semalam. Bahkan trotoar Jl. Z.A Pagar Alam ditepi Way Rua harus dibobok untuk mempercepat surut air di jalan,” terangnya.

Terpisah, Rahmad (40) warga seputar Jl.Z.A Pagar Alam mengatakan, kendaraan yang  hendak melintasi area depan LPL diminta putar balik lantaran kondisi Way Rua yang menguap deras menggenangi jalan tersebut.

Air yang menggenangi jalan tersebut ada yang mencapai lutut. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan