Tuan Rumah KRI 2019, Tekokrat Konsisten Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

  • Bagikan
Panitia dan dewan juri dari Regional I, II, III dan IV berfoto bersama usai jumpa pers Persiapkan Pelaksanaan KRI 2019, di Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kamis (21/3). Foto Aprohan Saputra/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menggelar rapat koordinasidi persiapan pelaksanaan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019. Kegiatan berlangsung di kampus setempat, bersama panitia dan juri dari Regional I, II, III dan IV selama dua hari, Kamis-Jumat (21-22/3).

Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Dr. Misbah Fikrianto menilai, UTI konsisten dan komitmen dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Karena universitas yang dipimpin oleh Rektor Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, itu mempertahankan keunggulan bidang teknologi komputer dan robot.


“Maka sangatlah tepat kalau UTI menjadi tuan rumah KRI 2019, regional 1. Bravo Universitas Teknokrat kembali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kontes robot,” ujar Dr. Misbah, dalam jumpa pers, Kamis (21/3).

Misbah Fikrianto lebih lanjut mengatakan, apa yang dikembangkan oleh UTI sangat tepat dengan era revolusi industri 4.0. Sebab, saat menjadi tuan rumah KRTI 2018, UTI sukses dan mendapat nilai plus.

Baca Juga:   Dosen FK Unila Gelar Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit untuk Tangkal Hoaks tentang Vaksinasi Covid-19

Maka dalam rakor persiapan kontes robot ini lanjut Misbah, dilihat secara kompetitif, komporatif dan administratif. Nanti yang akan mengikuti KRI Regional I terdiri 64 Tim 31 perguruan tinggi.

Kontes Robot 2019 regional 1 akan mempertandingkan lima devisi yaitu, Devisi KRAI, Devisi KRPAI, Devisi KRSI, Devisi KRSBI Humanoid dan Devisi KRSBI Beroda.

Lima devisi ini lanjut Misbah, adalah tingkatan dan berjenjang. Karena wilayah Indonesia luas, maka perlobaannya dilakukan secara berjenjang. Mulai dari regional, nasional dan internadional.

Disinggung mengenai waktu kontes antara tingkat regional, nasional dan internasional yang cukup mepet, Misbah mengatakan, tidak terganggu. Sebab, tahapan dan materi baik secara nasional maupun internasional pedomannya sudah jelas.

Dalam konteks Univetsitas Teknokrat sebagai tuan rumah, Misbah mengatakan tuan rumah sudah siap menggelar KRI Regional I pada 4-6 April 2019.

Tuan rumah Teknokrat selain sudah mempersiapkan lokasi, juga sudah dibuat logo. “Rapat Koordinasi ini untuk melihat, ada kemajuan yang baik. Membahas lebih ditail persiapan kontes robot baik subtansi maupun administrasi,” ujar Misbah.

Baca Juga:   Bupati Sujadi Ingatkan Prioritas Keselamatan Guru dan Siswa

Menurut Misbah, ada nilai plus dalam kegiatan ini. Karena eranya, era digital maka bisa dimanaatkan baik secara teknologi, pendidikan dan ekonomi. Karena itu, Pemerintah daerah perlu mensuport kegiatan sehingga sukses.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Prof. Bunyamin Kusumo, mengatakan, dewan juri sifatnya koordinatif. Karena ada lima devisi maka dilakuian koordinasi jika ada masalah.

Juri kata Prof. Bunyamin, sangat fair. Juri sangat netralitas dan menunjung tinggi profesionalitas secara keilmuan. “Jadi dewan juri sangar fair. Kita sangat menjaga itu,” ujar Prof. Bunyamin.

Sementara itu, Rektor UTI Dr. H. Nasrullah Yusuf, SE, MBA, merasa senang dan bangga kampusnya mendapat kepercayaan dari Kemenristekdikti sebagai tuan rumah kontes robot. Sebagai pimpinan Teknokrat, Nasrullah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan kontes robot ini. (apr/kyd)




  • Bagikan