Tubaba  

Tubaba Gelontorkan Asuransi Sapi


RADARLAMPUNG.CO.ID – Program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, pada tahun ini mulai berjalan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tubaba, Nazaruddin, melalui Kabid Perbibitan dan Produksi Ternak, Divita Sary, bahwa hingga saat ini telah ada 1.087 ekor sapi yang telah terdaftar.

“Program ini merupakan program lanjutan dari Kementerian Pertanian, sejak akhir Maret lalu juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah dilakukan langsung oleh Bupati Umar Ahmad dan Kepala Dinas Nazaruddin di Brugo Cottage Kompilasi Islamic Center Tubaba.”ujarnya, Selasa (17/5/2022).





Dokter hewan ini mengatakan, pada pelaksanaan program ini pemerintah bekerjasama dengan Jasindo sebagai pihak pemberi asuransi. “Melalui program AUTSK, peternak mendapat jaminan Asuransi dengan membayar premi sebesar Rp200 ribu per ekor per tahun.” tuturnya.

Dikarenakan ini program pusat, maka pembayaran premi 80 persen ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan dibayar oleh peternak.

“Sebagai upaya mendukung dan membantu peternak, Pemkab Tubaba memberikan subsidi dengan membayarkan premi yang harus ditanggung oleh Peternak, sehingga Peternak pada tahun ini benar-benar diberikan bantuan asuransi gratis.” terangnya.

Namun, karena keterbatasan kemampuan anggaran, untuk wilayah Tubaba hanya mampu memberikan kuota 1.800 hingga 1.900 ekor sapi dalam setahun, dengan masing-masing peternak dibatasi maksimal lima ekor sapi yang boleh diasuransikan.

“Syarat untuk mengikuti AUTSK ini, petani harus memiliki sapi atau kerbau betina produktif sehat berumur minimal satu tahun, tergabung dalam gabungan/kelompok peternak, memiliki Nomor Induk Kependudukan, dan nomor tanda ternak (eartag).”jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, Pemkab Tubaba menganggarkan subsidi untuk kuota 2.000 ekor sapi, tetapi ternyata ada perubahan pada Februari lalu di aturannya bahwa terdapat biaya materai per polis.

“Dari total 1.087 ekor sapi yang tercatat, terdiri dari tahap pertama 543 ekor sapi dari 19 kelompok tani di tiga kecamatan wilayah selatan, dan untuk tahap kedua 544 ekor sapi dari 13 kelompok tani wilayah kecamatan utara. Untuk tahap selanjutnya akan didata hingga kuota terpenuhi oleh petugas.”ungkapnya.

Dengan AUTSK, Jasindo memberi jaminan kepada peternak, dimana peternakan mati, maka peternak dapat mengklaim sebesar Rp10 juta, hilang 7 juta, dan potong paksa 5 juta. (fei/rnn/ang)