Tubaba Sosialisasi Ruang Kolaboratif

  • Bagikan
Bupati Tubaba Umar Ahmad. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek RI) memahami Sekolah Seni Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggelar sosialisasi Penguatan Ruang Kolaborasi Kreatif untuk pengembangan Film, Musik dan Media Baru di kabupaten setempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Baduy, Komplek Kota Budaya Uluan Nughik, Rabu (20/10).

Bupati Umar Ahmad mengatakan bahwa film, musik dan media baru memang merupakan salah satu produk budaya yang menjadi media yang efektif untuk membangun pengembangan karakter bangsa.”Sejalan dengan keinginan kita, bahwa Kabupaten Tubaba memiliki tujuan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter dengan prinsip Nemen, Nedes, Nerimo, Sederhana, Setara, dan Lestari. Sehingga diharapkan, kegiatan ini diskusi solutif untuk memperkuat ruang budaya dan ruang publik sebagai ruang bagi komunitas Film dan komunitas lokal dan juga bersifat koordinatif dalam penyusunan program pemutaran film, konser musik dan pameran seni media baru di ruang publik,” katanya.

Sementara itu, Darmansyah, Kasubpokja Media Baru dan Arsip sebagai perwakilan dari Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbudristek, menyatakan, Tubaba memiliki potensi untuk pengembangan nilai-nilai seni. “Kemendikbud melalui Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru menyusun pengembangan perfilman dan permusikan Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi dan penghargaan Film serta Musik oleh masyarakat, dan salah satu tempat pengembangan itu adalah Tubaba,”jelasnya.

Menurut dia, proses pengembangan ini dengan mengambil model penyadapan “uji petik” dari komunitas-komunitas Film, Musik dan Seni Media Baru Lokal, dengan asumsi yang mendorong tumbuhnya ruang-ruang publik budaya dalam Film, Musik dan Seni Media Baru. Model “uji petik” dilakukan dengan harapan didapatkannya informasi dan pengetahuan yang relevan sesuai dengan karakter daerah masing-masing.

Baca Juga:   Jelang Pilkati Tubaba, 66 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan

Di tempat yang sama, Ketua Sekolah Seni Tubaba Semi IA, mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir Film dan Musik banyak disukai masyarakat dan menjadi pilihan utama menunjukan bahwa film mampu menunjukan ide dan gagasan yang menarik sehingga mulai diakui baik di tingkat nasional maupun internasional dengan dukungan kemajuan teknologi di bidang perfilman, perlengkapan produksi dan pasca produksi. “Selain itu, Film, Musik dan Seni Media Baru merupakan salah satu produk budaya yang menjanjikan bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga diharapkan program ini dapat bermanfaat untuk para pihak, Insan Perfilman, Musik, Media Baru, Pemerintah, Pelajar, serta Masyarakat umum,” katanya. (fei/rnn/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan