Tujuh Strategi Peningkatan Produksi Kopi Ala Parosil

  • Bagikan
Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Bupati Lambar Parosil Mabsus  dalam acara panen raya kopi di Kampung Kopi Rigisjaya, Kecamatan Airhitam beberapa waktu lalu. FOTO DOKUMENTASI RADARLAMPUNG.CO.ID  
Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Bupati Lambar Parosil Mabsus  dalam acara panen raya kopi di Kampung Kopi Rigisjaya, Kecamatan Airhitam beberapa waktu lalu. FOTO DOKUMENTASI RADARLAMPUNG.CO.ID  

radarlampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi kopi. Ini diperkuat melalui jalinan kemitraan dagang dengan enam perusahaan dan pembinaan petani serta sertifikasi budidaya kopi.

Bupati Parosil Mabsus mengatakan, pada 2018, produksi kopi Lambar mencapai 52,058,8 ton atau  meningkat 1,5 persen. Produksi tersebut akan diterus ditingkatkan melalui beberapa program pembangunan perkebunan kopi.


Ada tujuh strategi yang disiapkan. Meliputi pembangunan agro teknopark kopi robusta Liwa-Lampung (ATP- Korolla), pembangunan sekolah kopi untuk meningkatkan kompetensi masyarakat pengelola kopi,  agrowisata kampung kopi rigis, serta peningkatan produksi dan mutu kopi.

”Kemudian, pengentasan kemiskinan petani kopi di Kecamatan Pagardewa dan Airhitam melalui intensifikasi, mendorong perdagangan kopi melalui produk unggulan pekon dengan pengembangan kedai dan usaha perdagangan kopi pekon dalam pemanfaatan dana desa, menjamin ketersediaan benih kopi unggul lokal yang saat ini dalam proses pelepasan empat varietas kopi robusta Liwa-Lampung,” papar Parosil.

Parosil menuturkan, pembangunan sektor pertanian diupayakan terus memantapkan ketahanan pangan masyarakat dan mewujudkan surplus pangan, yang berdampak terkendalinya tingkat inflasi daerah. (nop/ais)

 




  • Bagikan