Tumpahan Minyak Sawit di Panjang Sudah Dibersihkan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Tumpahan minyak kelapa sawit (Crued Palm Oil/CPO) yang menggenangi aliran suangi Kecamatan Panjang, Bandarlampung tepatnya di depan Pelabuhan Pelindo II Panjang sudah dibersihkan.

Hal tersebut terpantau, radarlampung.co.id, Sabtu, (30/6) terlihat masih terdapat sisa-sisa tumpahan minyak yang menempel di sepanjang dinding sungai, bahkan terlihat sedikit masih menggenang.

Menurut salah satu warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, tumpahan minyak kelapa sawit di aliran sungai sudah dibersihakan sejak kemarin yang lalu dengan menggunakan mesin sedot oleh petugas pabrik.

“Kemarin malam banyak tumpahan minyak di aliran sungai itu, tapi untung nggak sampai ke laut. Kemarin juga ada petugas pabrik membersihkan pakai alat pompa dengan mesin sedot gitu,” ujarnya, Sabtu, (30/6).

Baca Juga:   Rekor Baru, Unila Sembelih 29 Ekor Hewan Kurban

Dia mengatakan, tumpahan minyak tersebut juga sempat menjadi rebutan warga. Menurut warga tumpahan minyak itu masih ada nilai jual.

“Ada beberapa warga yang mengabil tumpahan minyak itu pakai ember gitu, saya nggak tahu mau diapakan, tapi kayanya mau dijual lagi,” jelasnya.

Ia mengaku, minyak CPO tersebut berasal dari pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada dibagian atas.”Tumpahan minyak itu dari pabrik yang ada diatas, kalau mau kesana lewat dari jalan bypass, saya kurang tahu penyebabnya kenapa ngalir ke suangi,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung meminta Pemerintah Kota Bandarlampung untuk segera atasi tumpahan minyak kelapa sawit di Kecamatan Panjang, Bandarlampung tepatnya di depan Pelabuhan Pelindo II Panjang, pada Kamis (28/6) kemarin.

Baca Juga:   DPRD: Pemkot Jangan Hanya Bergantung Pada Pajak Daerah

Manajer Advokasi & Kampanye Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, tumpahan minyak tersebut dikhawatirkan akan merusak lingkungan hidup di wilayah pesisir Kota Bandarlampung.

“Karena tumpahan minyak yang diduga berasal dari kebocoran pipa/penampungan CPO PT LDC Indonesia tersebut berada pada lokasi yang hanya berjarak lebih kurang 100 meter dari garis pantai Kota Bandarlampung,” ujarnya, Jumat, (29/6). (ndi/ang)




  • Bagikan