Tumpahan Oli Cemari Pesisir Panjang Selatan


Warga menunjukkan limbah oli di Pesisir Pantai Panjang Selatan, Bandarlampung, Selasa (8/2). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Warga menunjukkan limbah oli di Pesisir Pantai Panjang Selatan, Bandarlampung, Selasa (8/2). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Masyarakat pesisir Panjang Selatan dihebohkan dengan tumpahan oli yang mencemari pesisir sekitar.

Setidaknya tumpahan oli tersebut mencemari Kampung Rawa Laut dan Teluk Harapan yang ada di Kelurahan Panjang Selatan.





Camat Panjang M. Supriyadi mengatakan, dari laporan yang diterima dari warga setempat, tumpahan oli tersebut mulai mencemari pesisir di Kelurahan Panjang Selatan sejak Minggu (6/3), atau tiga hari yang lalu.

“Pantauan sementara dan informasi dari warga yang tercemar di sekitar Panjang Selatan posisi tumpahan oli sampai kepemukiman masyarakat pinggir laut,” ujarnya saat dihubungi Radarlampung.co.id, Selasa (8/3).

Disinggung apakah tumpahan oli tersebut banyak di tengah laut, Supriyadi belum dapat memastikannya.

Sebab, yang banyak terlihat di pinggir laut karena melekat di bebatuan dan sebagainya. Letaknya berada di Kampung Rawa Laut dan Kampung Teluk Harapan.

“Terkait dugaan dari kapal atau dari masyarakat sumber pencemarannya, masih diselidiki dan menduga-duga. Biasanya kalau memang pembuangan pasti dari tengah. Ataupun mungkin ada kebocoroan dari kapal atau perahu,” terangnya.

Pihaknya pun telah perkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahkan Walhi telah datang meninjau lokasi pencemaran oli.

“Sementara dampaknya saat pertama kemarin ikan mabok bentar dan saat kembali ke laut sudah baik lagi. Begitu juga nelayan belum bisa melaut karena saat mau turun ke laut badannya oli semua,” ungkapnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung Riana Apriana mengatakan, pihaknya mengaku baru mengetahui terkait pencemaran oli di pesisir Panjang Selatan, dan timnya akan diturunkan.

“Kita baru tahu, besok akan kita turunkan tim, sementara belum diketahui penyebab tumpahan oli tersebut,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/3). (pip/sur)