Tuntutan Buruh Masih Sama, Belum Ada yang Diselesaikan Pemerintah!

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Tuntutan ratusan massa aksi buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) sama seperti aksi yang dulu yaitu menuntut upah layak dan persoalan ketenakerjaan.

Hal itu diungkapkan Koordinator aksi, Sepriyadi. “Tuntutan kami masih sama, karena selama ini belum ada yang bisa diselesaikan oleh pemerintah, justru malah ditambah seperti persoalan PP No 78/2015 tentang pengupahan yang menambah buruh sengsara kerja dan membataskan ruang untuk menentukan nilai UMP – UMK karena dengan adanya PP 78 jauh dari survei kelayakan,” ujarnya di lokasi, Senin (1/5).

Dia mengatakan, sepanjang tahun 2017
Kementerian Ketenagakerjaan telah menggandeng 2.648 perusahaan untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pemagangan terpadu nasional.

Baca Juga:   Kabar Duka, Walpri Gubernur Lampung Tutup Usia

“Lebih dari 163.000 pemagang akan mengikuti program tiap tahunnya. Melalui program yang didukung oleh ribuan perusahaan yang menggunakan system magang yang hanya memberi upah 60-70% dari upah minimum dan beban kerja yang sama,” jelasnya.

Menurutnya, dengan status magang otomatis perusahaan akan lebih mudah mengeksploitasi dengan memberikan upah lebih rendah, mudah direkrut dan mudah dipecat.

“Ini merupakan bentuk dari tidak mampunya pemerintah memberikan lapangan pekerjaan yang layak dalam mengurangi tingkat pengangguran,” kata dia.

Masih kata dia, program magang ini adalah implementasi dari Labour Market Flexibility yang lebih tidak manusiawi dari kerja kontrak dan outsorching.

“Selain itu, masih minimnya ruang laktasi bagi buruh perempuan yang memiliki anak balita serta cuti haid dan hamil yang tidak diberikan oleh perusahaan,” paparnya.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

Diberitakan sebelumnya, Dalam rangka memperingati Hari Buruh se-Dunia 1 Mey (MayDay), ratusan buruh yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Bandar Lampung (PPRL) menggelar aksi demo di Tugu Adipura, Enggal, Bandarlampung, Senin, (1/5). (ndi/gus)




  • Bagikan