Unila Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar

  • Bagikan
Rektor Unila Prof. Karomani. FOTO RURI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID-Universitas Lampung (Unila) mempersiapkan penerapan kurikulum merdeka belajar. Yakni dengan diawali dengan bekerjasamanya UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPT PKK) Unila dengan sejumlah perusahaan.

Karena nantinya disebutkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Yulianto, M.S., Unila yang akan menerapkan kurikulum merdeka belajar. Di mana mahasiswa akan diberikan kesempatan magang ke perusahaan selama 6 bulan, dengan 20 SKS.

“Jadi kan mahasiswa diberi kesempatan untuk magang ke perusahaan. Ini sebagai penerapan kurikulum baru merdeka belajar, karena kurikulum ini mau diakui sebagai keikutsertaan mahasiswa dalam merdeka belajar dengan 20 SKS selama 6 bulan itu. Jadi itu akan disinergikan seperti itu, jadi dia magang 6 bulan selanjutnya akan diakui dia sudah berapa mata kuliah yang diambil dan yang menentukan nanti dosennya,” jelas Prof Yulianto.

Baca Juga:   Ketua Apindo Lampung dan Rektor Unila Bertemu, Siap Luncurkan Program Kolaborasi

Dia mengatakan, kegiatan pada Selasa (9/2), bersama UPT PPK menggagas apakah kegiatan tersebut bisa dilakukan semester ini atau tidak. Namun, harus tetap menunggu kesiapan UPT PKK sebagai pelaksana teknis dilapangan.

“Jadi nanti untuk sistem penilaiannya tetap akademi, kalau perusahaan nanti di UPT PKK yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan itu, nanti dikasih tahu perusahaannya yang lolos. Untuk memulainya, kemarin baru gagasan apakah bisa dilakukan semester ini atau tahun depan,” tambahnya.

Sementara diketahui, UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPT PKK) Universitas Lampung (Unila) adakan Sosialisasi Program Kerja UPT PKK yang digelar secara daring dan luring, Selasa (9/2).

Dalam kegiatan ini, Prof. Yulianto mengatakan, kegiatan ini merupakan indikator kerja utama yang akan dicapai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga:   Unila Bakal Kukuhkan 12 Guru Besar

Oleh karena itu sinergitas atau kerja sama baik internal maupun internal pada bidang kewirausahaan dan program Merdeka Belajar di Universitas Lampung perlu ditingkatkan. Misalnya, UPT PKK dan LP3M bisa bersinergi dalam membuat role model proses pemagangan sehingga program tersebut berjalan lancar dan berkualitas.

Begitu juga sinergitas antara UPT PKK dan jurusan di tiap-tiap fakultas. “Saya berharap pelaksanaan tracer study ini bisa berjalan baik dan berguna dalam akreditasi program studi,” ujarnya.

Diky Hidayat pada pertemuan yang sama menjelaskan, sosialisasi program kerja UPT PKK diselenggarakan dalam rangka mendukung program kerja rektor sekaligus mencapai indikator kinerja utama Unila tahun 2021.

Saat ini UPT PKK melakukan kerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia dalam membuka kesempatan bagi mahasiswa Universitas Lampung mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat 2021.

Baca Juga:   Unila Bakal Kukuhkan 12 Guru Besar

Program ini akan berlangsung selama satu semester atau satu tahun dan pendaftaran sudah dibuka sejak awal Februari hingga 12 Februari mendatang. “Untuk mendukung kelancaran program ini kami sudah menyediakan layanan khusus atau booth,” ujarnya.

Tak hanya magang, UPT PKK menyediakan beberapa program lain seperti pendampingan karir bagi mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur, meluncurkan program psikologi bagi mahasiswa dan umum, serta menyiapkan program internship dengan pihak eksternal. (rma/wdi)



  • Bagikan