Unila Gelar KKN Tatap Muka, Mahasiswa Wajib Rapid Tes

  • Bagikan
M. Basri

RADARLAMPUNG.CO.ID-Universitas Lampung (Unila) berencana menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara tatap muka yang akan dimulai pada 26 Januari mendatang.

Kegiatan ini sesuai surat bernomor 11416/UN26/9.1/PM/2020 tentang pemberitahuan pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) periode 1 tahun 2020. Di dalam surat tersebut kepada mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan KKN yang akan dimulai pada 26 Januari 2021.

Namun mahasiswa diminta memperhatikan beberapa hal. Pertama mahasiswa diwajibkan selalu menaati dan melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 dengan cara 3 M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan). Kedua, wajib melaksanakan Rapid tes Mandiri dari wilayah masing – masing atau di PoliKlinik Universitas Lampung.

Ketiga, mahasiswa melakukan karantina selama 14 hari bagi mahasiswa KKN dari luar kota. Ke empat, Bagi mahasiswa Putra Daerah menunggu dilokasi KKN masing-masing. Ke lima, apabila ada mahasiswa KKN terdapat gejala/kurang sehat agar berkoodinasi dengan fasilitas kesehatan setempat.

Baca Juga:   Rektor UTI Pandu Diskusi Forum Rektor Indonesia

Mengenai pelaksanaan KKN tersebut, Ketua KKN Unila, M. Basri menjelaskan pihaknya telah mengurus perizinan sebelumnya telah diajukan ke delapan kabupaten/kota pelaksanaan KKN.

“Perizinan ke kabupaten/kota sudah, kita buat kalau putera daerah kita minta tunggu didaerahnya masing-masing. Sebelum turun mereka wajib rapid tes dulu, ini bisa rapid tes antigen atau rapid tes antibodi beberapa hari sebelum dimulainya kegiatan. Rapid tes ini secar mandiri,” jelas Basri.

Dia mengatakan, saat pelaksanaan KKN ini kondisi seluruh mahasiswa juga harus harus sehat. kalau tidak sehat, maka mereka harus lapor.

“Untuk pelaksanaan KKN ini diikuti sebanyak lebih kurang 4300 mahasiswa, dengan per desanya 7 orang. Misalnya mahasiswa itu dari Pringsewu dan Tanggamus kita taro di Tanggamus. Pesawaran ada di pulau-pulau,” tambah Ketua Senat Unila ini.

Baca Juga:   Polda Lampung Salurkan Bantuan Ratusan Ton Beras ke Warga

Kemudian lama waktu pelaksanaan KKN ini disebut Basri tetap 40 hari di daerah. “Selanjutnya pasca 40 hari nanti setelah selesai, akan kita lihat nantinya, semoga semuanya tetap sehat,” tambahnya. (rma/wdi)




  • Bagikan