Unila Kembali Lahirkan Guru Besar, Kali Ini Bidang Konseling

  • Bagikan
Sumber foto Unila for radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Rektor Univesitas Lampung Prof Karomani M.Si  melakukan pengukuhan guru besar kepada  Prof Dr Syarifudin Dahlan M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kamis(2/12) di Gedung serba guna (GSG) Unila.

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh  para anggota senat Universitas Lampung dan juga seluruh tamu undangan yang ada, disaksikan langsung dan via Zoom.



Dalam orasi ilmiahnya, Prof Dr Syarifudin Dahlan M.Pd memperkenalkan IEKAD sebagai peranti alternatif bagi upaya peningkatan kualitas layanan intervensi karier yang dilakukan guru bimbingan dan konseling pada sekolah-sekolah di tanah air.

“Bimbingan konseling karier telah ada bersamaan lahirnya berbagai teknologi baru sebagai akibat perubahan dan perkembangan dunia yang sangat pesat. Layanan ini mengkhususkan bantuannya pada bidang karier yang bertujuan membantu seseorang dalam memahami potensi diri dan dunia kerja atau jenis pendidikan di lingkungannya,” katanya.

Baca Juga:   Di Gunungkatung Tanjungan, Akademisi dan Penegak Hukum Sharing Pengetahuan Dengan Warga

Menurutnya, Kehadiran layanan dinilai semakin penting karena berkenaan dengan rencana jurusan studi maupun rencana bidang pekerjaan yang akan ditekuni peserta didik. Di dunia pendidikan khususnya dalam sistem persekolahan pelayanan bimbingan konseling dikenal sebagai kekuatan ketiga.

“Kehadirannya menyertai kehadiran dua kekuatan lain yaitu pembelajaran bidang studi dan kepemimpinan,” ujarnya.

Jika pembelajaran bidang studi bertanggung jawab pada pencapaian kurikulum, kepemimpinan memusatkan perhatiannya pada visi pendidikan, maka bimbingan konseling atau konselor bertugas membantu warga pendidikan memperoleh kesejahteraan dalam proses pendidikan.

Dengan kata lain, konteks tugas konselor adalah memfasilitasi pertumbuhan kemandirian peserta didik untuk mengambil sendiri berbagai keputusan penting dalam perjalanan hidupnya dalam hal ini pilihan karir dan program studi yang akan diambil.

“IEKAD disediakan sebagai peranti khusus khas untuk layanan bimbingan konseling karier terutama membantu konseli memahami dirinya dengan tipe kepribadian dan mengenal lingkungan dunia kerja. Piranti ini dikembangkan berdasarkan teori pilihan karier Holland dengan memodifikasi peranti bimbingan karir yang dikembangkannya. Hasil asesmen pada IEKAD berupa karakteristik kepribadian yang dikategorikan dalam 6 jenis yaitu, Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Enterprising, Konvensional,” jelasnya.

Baca Juga:   Di Gunungkatung Tanjungan, Akademisi dan Penegak Hukum Sharing Pengetahuan Dengan Warga

Lebih lanjut, Tipe kepribadian tersebut bersifat teoretis dan merupakan modal yang dapat dipakai untuk menilai orang berdasarkan pengalaman dan interaksi dalam lingkungan budaya, sosial, dan fisik.

“Untuk membantu konselor atau guru BP menafsirkan hasil IEKAD, telah disediakan model heksagonal khususnya dalam menafsirkan derajat konsistensi dan konklusi antartipe kepribadian.Pola yang konsisten pada model ini adalah bilamana komponen-komponen tipe yang berhubungan, memiliki ciri-ciri umum pola-pola yang tergabung dari tipe-tipe yang berdekatan pada heksagon,” beber pria kelahiran Tanggamus itu.

Baca Juga:   Di Gunungkatung Tanjungan, Akademisi dan Penegak Hukum Sharing Pengetahuan Dengan Warga

Penggunaan IEKAD diyakini banyak menawarkan keuntungan pada konseli dalam melakukan eksplorasi karir. Di antaranya membantu konseli memperoleh informasi karier langsung yang konsisten dengan tipe kepribadiannya dan meningkatkan pemahaman baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya.

“Adapun tahapan kegiatan yang disajikan pada pranti IEKAD terbagi atas tiga tahapan, yakni Prakonseling, Proses Konseling, dan Hasil Konseling. Tahapan proses ini memungkinkan konseli melakukan pengobservasian dan mengedukasi diri.Pelayanan bimbingan konseling IEKAD memungkinkan konseli belajar banyak oleh dirinya dan mengekspresikan diri melalui kegiatan asesmen. Keuntungan semacam inilah yang mendorong penawaran penggunaannya di kalangan para konselor terutama guru bimbingan di sekolah,” tandasnya.

Untuk diketahui belum lama ini, Unila juga telah mengukuhkan sebanyak 22 guru besar yang dicatat oleh buku besar Museum Rekor Indonesia sebagai pengukuhan Profesor terbanyak.(mel/wdi)






  • Bagikan