Unila Lakukan Dokumentasi dan Digitalisasi Museum Keratuan Semaka


Dosen FKIP Sejarah dan Tekhnologi Informasi Unila saat mengunjungi Museum Keratuan Semaka di Pekon Sanggi Unggak. Foto Uji Mashudi/radartangamus

RADARLAMPUNG.CO.ID-Universitas Lampung (Unila) melakukan dokumentasi tentang penulisan naskah dan digitalisasi Museum Keratuan Semaka yang ada di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (26/6).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk pengembangan desa wisata berbasis budaya dan Ilmu Tekhnologi (IT) yang ada di Pekon Sanggi Unggak.





Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Sejarah Unila Dr. Risma M Sinaga, M. Hum., mengatakan saat ini pengembangan tempat wisata itu masih dalam tahap awal seperti menata, mendeskripsikan serta mendokumentasikan benda-benda yang ada di Museum Keratuan Semaka.

Menurutnya, menjadikan museum sebagai salah satu tempat wisata memang menjadi program Unila. Terlebih Museum Keratuan Semaka merupakan satu-satunya museum yang ada di Kabupaten Tanggamus dan belum banyak diketahui masyarakat setempat sehingga bisa menjadi potensi wisata.

“Ini baru tahap awal yakni mendokumentasikan museum Keratuan Semaka dari bentuk fisik menjadi digital. Kedepannya suhu ruangan untuk benda-benda yang ada di museum juga akan diatur, karena setiap koleksi benda itu memang ada suhu ruangnya,” ungkapnya

Dosen FKIP Tekhnologi Informasi Unila Dr. Rangga Firdaus, M.Kom., menambahkan bahwa selain didokumentasikan, Museum Keratuan Semaka dan beberapa potensi wisata alam lainya akan di digitalisasi sehingga bisa di jangkau oleh masyarakat luas bahkan hingga mancanegara.

“Berawal dari tata kelola yang baik, bagaimana me-manage museum yang baik dengan data-data yang lengkap, termasuk dengan informasi-informasi sejarah yang disampaikan, kita yang dibidang infromatika ini memodifikasi atau menggunakan peralatan yang ada untuk bisa menghadirkan apa yang disampaikan itu dalam bentuk digital supaya bisaa dijangkau oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke seluruh dunia,” katanya.

Kepala Pekon Sanggi Unggak Abu Sahlan mengatakan, pendokumentasian dan digitalisasi Museum Keratuan Semaka ini menggunakan Anggaran Dana Desa dengan dibantu Mahasiswa dan Dosen Unila.

Ia mengaku mendukung penuh dengan langkah yang dilakukan Unila, tujuannya supaya peninggalan Keratuan Semaka tersusun dan dokumen deskripsi tentang koleksi museum ada.

“Terus juga ini akan dicatatkan melalui digitalisasi dan diunggah ke internet. Sehingga akan mengenalkan Keratuan Semaka dan peninggalannya. Lalu pihak luar negeri bisa tahu bahwa ada peninggalan sejarah di tempat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Pekon Sanggi Unggak selain ada Museum Keratuan Semaka juga ada Cagar Budaya Lembah Semuong dan beberapa titik potensi wisata Sumber Air Panas yang ada di Dusun Way Tuba.

“Harapannya jika sudah sudah ditata dan dokumentasikan nanti bisa dipromosikan melalui dunia maya, sehingga dunia bisa tahu,” ungkap Sahlan. (uji/ehl/wdi)