Unila Raih Rekor MURI Katagori Pengukuhan Guru Besar Terbanyak di Indonesia

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila), memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk pengukuhan guru besar terbanyak di Indonesia.

Pengukuhan tersebut, dalam Rapat Terbuka Senat Unila, di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, pada Rabu (22/9) secara daring melalui ruang virtual.


Rektor Unila, Prof.Karomani,M.Si bersyukur atas pencapaian Unila. Pengukuhan 15 profesor itu, pada saat bersamaan merupakan hal pertama kali dalam sejarah Unila.

Pada 2017, Unila hanya menambah 5 orang guru besar, di ikuti tahun berikutnya sebanyak 1 orang. Karenanya, begitu dilantik menjadi Rektor Unila Periode 2019-2023 pada November 2019, dirinya berkomitmen untuk terus mendorong program percepatan guru besar di Unila selama periode kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, Tahun 2021 ini, Unila telah memiliki 18 orang guru besar dimana dua diantaranya dikukuhkan sebelumnya beberapa bulan yang lalu,  dan 1 orang   yakni Prof.Sindung Haryanto yang seharusnya dikukuhkan pada hari Rabu (22/9) namun Allah berkehendak lainnya beliau meninggal dunia dalam masa Pandemi Covid-19. Makanya, hari ini (22/9) ada 15 Guru Besar dikukuhkan,” ungkap Karomani.

Dia melanjutkan, Komitmen ini terbukti dengan mencatatkan capaian yang luar biasa selama dua tahun ini. Sebab, ada sembilan orang pada tahun 2020.

Adapun Guru besar yang dikukuhkan pada Rabu (22 September 2021) yakni:

Baca Juga:   Gagal Capai Target, Badak Lampung Berhentikan Budiarjo Thalib

Prof. Yuliansyah, S.E., M.SA., Ph.D, CA,
Prof. Dr. Nurdiono, S.E., M.M., CA., CPA, Prof. Dr. Toto Gunarto, S.E., M.Si, Prof. Dr. Mahrina Sari, M.S., M.S., S.E., M.Sc, Prof. Dr. Drs. Sugiyanto, M.T, Prof. Dr. Muhammad Badaruddin, S.T., M.T., Ph.D, Prof. Dr. Joni Agustian, S.T., M.Sc, Prof. Dr. Christine Wulandari, M.P., Prof. Dr. Dwi Hapsoro, M.Sc, Prof. Dr. Drs. Hartoyo, M.Si, Prof. Dr. Hamzah, S.H., M.H, Prof. Dr. Undang Rosidin, M.Pd, Prof. Dr. Sunyono, M.Si, Prof. Dr. La Zakaria, S.Si., M.Sc dan Prof. Dr. Einde Evana, S.E., M.Si.

“Semoga pengukuhan 15 Guru Besar hari ini juga menginspirasi para akademisi yang lain untuk segera menjadi guru besar,”jelasnya.

Menurutnya, jabatan guru besar, menunjukkan pengakuan akan kompetensi dibidang akademik. Dengan demikian, semakin banyak guru besar yang dikukuhkan, menunjukkan bahwa semakin banyak pakar yang kita miliki. Hal ini tentunya akan berdampak pada penilaian terhadap Unila yang semakin baik.

“Kepada 15 Guru Besar Unila baru dilantik, saya berharap, kontribusi mereka kepada Unila akan semakin besar,” ucapnya.

Terpisah, MURI mencatat, Unila berhasil memecahkan rekor hingga enam kali kategori akademik.

Awam Rahargo, Senior Manager Museum Rekor Dunia-Indonesia menyampaikan, perguruan tinggi di Indonesia, idealnya memiliki rasio profesor atau guru besar sebanyak 20 persen dari jumlah dosen yang ada. Namun hal tersebut belum dapat dipenuhi oleh semua perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga:   Oknum Guru Ngaji Cabul Diamankan Polisi

Oleh karena itu, desain percepatan perolehan atau pencapaian jabatan fungsional profesor perlu dilakukan seperti halnya yang dilakukan oleh Unila.

Awan Rahargo menyampaikan untuk memperoleh atau mencapai jabatan fungsional profesor, selain harus berjenjang, juga harus mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal ilmiah internasional bereputasi dan harus mengumpulkan angka kredit sebanyak minimal 850 poin.

“Unila dalam hal ini telah berhasil melakukan proses percepatan perolehan jabatan fungsional profesor bagi para dosennya dan akan semakin mendekati ke posisi ideal rasio guru besarnya,” ujar dia.

Menurutnya, Penghargaan Muri, dibagi menjadi dua bagian yakni kategori akademik dan non akademik. Unila, khususnya Fakultas Pertanian, selama ini telah mencatatkan rekor Muri sebanyak 5 kali yang semuanya masuk dalam kategori akademik.

Rekor keenam adalah pengukuhan guru besar terbanyak, 15 profesor dikukuhkan oleh Rektor Unila Prof. Karomani M.Si dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan dan Orasi Ilmiah 15 Profesor di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu (22/9). (gie/yud)




  • Bagikan