Unila Serahkan Aplikasi One Stop Service untuk Daerah Ini di Tubaba

  • Bagikan

Radarlampung.co.id-Sejumlah pimpinan Universitas Lampung, Lampung, hari ini akan bertatap muka dengan Bupati Umar Ahmad dan tokoh-tokoh Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Mereka adalah Prof. Dr. Heryandi, SH, MH (Wakil Rektor 1), Prof. Dr. Suharso, MSc (Wakil Rektor 4), Drs. M Basri, MPd

(Ketua Senat), Dr. Habibullah Jimad, SE, MM (Kepala Badan Aset Unia), Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono (Dekan FMIPA), Ir. M Komarudin, MSc (Kepala Pusat Komputer), Didik Kurniawan, SSi, MT (Ketua Jurusan Ilmu Komputer) dan Dr. Eng. Admi Syarif, dosen ilmu komputer Unila.


Pertemuan ini digelar di Tiyuh Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba, Lampung sekitar Pukul 09.30 WIB. Uniknya pertemuan itu akan digelar di tepi Sungai Way Kiri tepatnya di Ulok Ibul, Gunung Katun.

Baca Juga:   Mulai Diajarkan, Silabus Mulok Pendidikan Karakter Tubaba Akan Dilaunching

Kedatangan para petinggi universitas kebanggaan masyarakat Lampung ini dalam rangka menyerahkan aplikasi one stop service khusus untuk Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tuba Udik, Tubaba, Lampung.

Aplikasi ini digadang-gadang akan sangat membanggakan, karena seluruh pelayanan surat-menyurat dan data-data kependudukan masyarakat dapat diakses dan diperoleh paling lama dua detik oleh penggunanya. Dengan demikian pelayanan akan lebih cepat dan sejalan dengan era globalisasi 4.0 saat ini.

Bupati Tubaba Umar Ahmad memberikan apresiasi yang tinggi atas penyerahan aplikasi yang merupakan buah karya Dr. Eng. Admi Syarif ini.

“Setelah berbagai kegiatan lainnya, hari ini Unila kembali menunjukkan komitmennya bahwa mereka akan selalu dan terus bersama-sama membangun negeri, khususnya Tubaba,”ungkap Umar yang juga alumni Fakultas Pertanin, Unila ini.

Baca Juga:   Usulkan Pembangunan Museum Pers di Tubaba

Adanya aplikasi ini menurut Umar tentu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan secara cepat dan tepat serta akurat Namun demikian ia berharap agar semua pihak termasuk aparatur Pemerintah mulai dari tingkat RT hingga tingkat tertinggi dapat merubah pola pikir lantaran saat ini semua membutuhkan kecepatan dan ketepatan agar mampu bersaing dengan era 4.0. (fei/wdi)




  • Bagikan