Unila Ubah Metode KKN jadi KKN Mandiri Putra Daerah Daring

  • Bagikan
Ketua Jurusan Teknik Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Dr.Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T., melepas secara simbolis mahasiswa yang menjalankan KKN. Foto Humas Itera

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Lampung (Unila) akhirnya mengubah metode Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada peride 1 tahun 2021 yang sebelumnya digelar secara tatap muka di 7 kabupaten. Unila akhirnya memutuskan mengubah yang kini menjadi KKN Mandiri Putra Daerah Daring.

Hal ini sesuai dengan Surat nomor 727/UN26/PM/2021 tentang Pelaksanaan KKN Unila yang dikeluarkan Senin (25/1). Surat tersebut ditandatangani langsung Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof Heryandi.

Dalam surat disebutkan sehubungan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Periode I Tahun 2021 dan Surat Gubernur Lampung Nomor 443/0221/V.02.4/1/2021 tentang Penundaan Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Masa Pandemi Covid-19, maka Unila menginformasikan beberapa hal.

Pertama KKN adalah mata kuliah wajib sehingga penundaan KKN akan berdampak pada lewatnya masa mukim mahasiswa terutama mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 yang beresiko terhadap gagalnya mahasiswa memperoleh Nomor ljazah Nasional (NINA) yang diatur dalam Sistem Penomoran ljazah Nasional.

Baca Juga:   Unila Buka Tele-Edukasi untuk Pendampingan Pasien Covid-19

Kedua, Kegiatan KKN Universitas Lampung sebanyak 4.313 mahasiswa akan tetap dilaksanakan melalui KKN Mandiri Putra Daerah Daring di daerah asal tempat tinggal masing-masing. Ketiga, Keberadaan mahasiswa di desa diharapkan mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari desa tempat tinggal mahasiswa terscbut dengan menjadi duta perubahan Perilaku hidup sehat, melakukan edukasi kepada masyarakat dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19.

Ke empat, pelaksanaan KKN Mandiri Putra Daerah Secara Daring akan dilakukan selama 40 hari mulai dari 1 Februari sampai 12 Maret 2021 di daerah asal tempat tinggal masing-masing mahasiswa.

Saat dikonfirmasi, Ketua BP-KKN Unila Muhammad Basri membenarkan hal tersebut. “Iya benar (surat) mengenai kegiatan KKN,” terangnya.

Baca Juga:   Unila Buka Tele-Edukasi untuk Pendampingan Pasien Covid-19

Basri mengatakan, sebelumnya pelaksanaan KKN yang memang masih digelar di tengah Pandemi Covid-19 ini harus tetap terlaksana. Maka pihaknya mengambil metode lain dalam pelaksanaan KKN tahun ini.

“Jadi kalau sebelumnya mahasiswa dibagi ke beberapa kelompok dan ditempatkan disatu desa, maka sekarang mahasiswa tetap melaksanakan KKN secara daring dari daerah tempat tinggal nya masing-masing. Artinya kalau dia rumahnya di Bandarlampung ya tetap di Bandarlampung, dan pembagian daerahnya semuanya tersebar di 15 kabupaten/kota,” tambahnya. (rma/sur)




  • Bagikan