Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Selidiki Dugaan Bullying

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Kapolsekta Kedaton Kompol Abdul Mutolib memerintahkan anggotanya menyelidiki kebenaran video bullying yang tersebar melalui pesan aplikasi Whatsapp. Dalam rekaman tersebut, DS (9), seorang siswa SD diduga menjadi korban pengeroyokan sejumlah anak.

”Laporan itu baru kami terima pagi ini. Sudah saya deposisikan ke unitreskrim. Saya panggil juga bhabinkamtibmas untuk ke lokasi kejadian,” kata Abdul Mutolib dihubungi melalui ponselnya, Rabu (13/3).

Menurut dia, sejumlah pihak akan dimintai keterangan. Baik pelapor maupun terlapor. ”Kita coba selesaikan baik-baik dahulu dengan rembuk. Tanya anak-anaknya. Benar tidak, mereka yang ada dalam video tersebut,” ujarnya.

Polisi juga menyelidiki penyebab kasus tersebut terjadi. “Itu masih kita cari tahu. Tersinggungnya seperti apa. Kan, belum kita tanyakan anak-anaknya,” kata dia.

Baca Juga:   Tingkatkan PAD Sektor PBB, Pemkot Ajak Taat Pajak Dimulai dari ASN

Diketahui, tidak terima dengan peristiwa yang dialami anaknya, orang tua DS (9), melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polsekta Kedaton, Rabu (13/3). Pelakunya lima remaja berusia belasan. Mereka adalah YG, RZ, DV, YI dan AG.

”Iya, tadi pagi kami sudah melapor ke Polsek Kedaton. Kejadiannya di sebuah kebun RT 01, Lingsuh,” kata Hendri (44), warga Lingsuh, Rajabasa, Bandarlampung.

Menurut dia, dugaan bullying tersebut bermula saat sekelompok remaja yang menamakan diri Geng Jaling menghubungi DS melalui pesan aplikasi WhatsApp dan janji bertemu di sebuah tempat.

”Saya nggak tahu. Awalnya dia (DS, Red) pulang dan bajunya kotor. Agak malam, saya dapat video (dugaan bullying, Red). Waktu saya tanya, anak saya mengaku dikeroyok Geng Jaling,” sebut dia.

Baca Juga:   Kembali Segel 4 Tempat Makan, Pemkot Warning Hotel "Nakal" untuk Target Selanjutnya

Hendri menuturkan, bullying tersebut dipicu rasa tersinggungYI, salah seorang remaja. ”Makanya anak saya langsung dikeroyok,” ujarnya. (mel/ais)

       

 



  • Bagikan