Universitas Malahayati – AKABRI 1999 Gelar 3000 Dosis Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Foto - Foto Anggi Rhaisa : 1) Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bersama Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM, Pihak Penyelenggara AKABRI 1999 melakukan prosesi pelepasan bantuan sosial berupa 2000 paket sembako dan beras tiga ton kepada warga sekitar
Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bersama Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM, Pihak Penyelenggara AKABRI 1999 melakukan prosesi pelepasan bantuan sosial berupa 2000 paket sembako dan beras tiga ton kepada warga sekitar. Foto - Foto Anggi Rhaisa/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Universitas Malahayati, berkerjasama dengan AKABRI 1999, menggelar Vaksinasi 3000 Dosis untuk Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat sekitar kampus. Kegiatan berlangsung di Graha Bintang tentunya dengan Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Vaksinasi yang Kerjasama Univeritas Malahayati dengan AKABRI 1999 ini, dibuka langsung Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno didampingi Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM.


Pihak penyelenggara menyediakan 3.000 dosis vaksin. Selain vaksinasi, AKABRI 1999 juga memberikan bantuan sosial berupa 2000 paket sembako dan beras tiga ton kepada warga sekitar.

Kapolda Lampung,Irjen Pol Hendro Sugiatno mengapresiasi Percepatan Vaksin Covid-19 di kampus salah satunya di Universitas Malahayati. Sebab, Program Vaksinasi Covid-19 dalam satu minggu kemarin berdasarkan hasil survey kepolisian bahwa Lampung sudah 30 persen saat ini kami sedang berupaya mencapai 41 persen termasuk reting ke 18 dalam dalam Pengendalian Covid-19.

“Insyallah di bulan November 2021 mendatang, Lampung sudah bisa mendekati Herd Imunity dan saat ini kami terus berupaya percepatan Vaksin Covid-19 dimana Kami sedang Komunikasi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini melalui Dinas Kesehatan untuk menambah Jumlah Dosis Vaksin,”tegas Kapolda.

Baca Juga:   Bisnis Properti Bandarlampung Menggeliat ditengah Pandemi Covid-19

Sementara, Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM., mengatakan, Vaksinasi Covid-19 bekerjasama Universitas Malahayati dengan AKABRI Angkatan 1999 karena AKABRI 1999 memiliki program Akabri Peduli.

Foto - Foto Anggi Rhaisa : 1) Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno bersama Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM, Pihak Penyelenggara AKABRI 1999 melakukan prosesi pelepasan bantuan sosial berupa 2000 paket sembako dan beras tiga ton kepada warga sekitar. 2)Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM, Tim Panitia Vaksinasi,Perwakilan AKABRI 1999 berfoto bersama jelang Prosesi Vaksinasi Covid-19.
Rektor Universitas Malahayati, Dr.dr.Achmad Farich,MM, Tim Panitia Vaksinasi,Perwakilan AKABRI 1999 berfoto bersama jelang Prosesi Vaksinasi Covid-19.

“Kegiatan Vaksinasi setidaknya ada 10 tim tenaga medis dimana 1 tim terdiri dari 4 orang baik dari Tim Medis Univesitas Malahayati, pihak Polri dan Polresta untuk mensukseskan program vaksinasi  covid-19,”ucapnya.

Menurutnya, Malahayati sudah bekerjasama dengan Polri untuk vaksinasi, tepatnya tanggal 21 September 2021 dengan jumlah 1000 dosis. Dan saat ini, vaksinasi tahap kedua sekaligus bekerjasama dengan team Akabri.

“Kami menyediakan vaksinasi 3000 dosis, dengan dua jenis vaksin, yakni Sinovac dan Astrazeneca. Dimana Pesertanya mulai Mahasiswa, Pelajar, Masyarakat sekitar, serta umum,” Katanya.

Melalui Program Percepatan Vaksin Covid-19, Dr.dr.Achmad Farich,MM berharap Program ini dapat mempercepat herd imunity di Provinsi Lampung, khususnya di Bandarlampung agar masyarakat dapat terimunasi.

Baca Juga:   Mahasiswa UBL Juara Nasional KBKM 2021

“Dan alhamdulillah, gerakan vaksinasi ini didukung oleh semua pihak, sekarang Lampung sudah meningkat menjadi peringkat 20 dengan jumlah vaksinasi dari posisi ke 34. Jadi sudah cukup bagus peningkatannya,”jelas Dr.dr. Achmad Farich.

Selain itu, Program Vaksinasi ini juga dalam rangka persiapan perkuliahan tatap muka (PTM) Universitas Malahayati 100 persen.

“Saat ini PTM kami sudah melaksnakan sistem kuliah dengan cara hybrid learning (daring dan luring), untuk kelas yang mahasiswanya banyak akan dilaksanakan secara daring, tapi untuk kelas yang dibawah 50 mahasiswa akan dilaksanakan secara luring,” Ujarnya.

Sementara itu secara bertahap mahasiswa sudah masukan ke asrama. Meskipin baru 10 persen.

“Jadi akan kami lakukan secara bertahap dengan melihat kondisi dan keadaan. Dengan target Bulan Juli 2022 mendatang bisa tercapai mahasiswa luring dan asrama  dapat masuk bersamaan, namun dengan syarat dosis kedua vaksinasi, dan tetap harus negatif hasil Swab antigen,”pungkas Rektor.  (gie/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan