Untuk Guru di Lamteng , Ingat Absen Sudah Finger Print Online

  • Bagikan
Kadisdikbud Lamteng Syarif Kusen (berkopiah) saat mendampingi Bupati Loekman Djoyosoemarto menyerahkan SK UPT Pendidikan beberapa waktu lalu. foto dok

RADARLAMPUNG.CO.ID-Upaya meminimalisasi ketidak displinan pegawai terus digencarkan. Termasuk di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng). Salah satunya dengan menerapkan absensi finger print (sidik jari) online mulai tahun ini.

Penerapan absensi finger print online ini berlaku untuk guru dan tenaga pendidik. Absensi ini diawasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Tak hanya itu, sistem online juga terkoneksi langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal ini dikemukakan Kadisdikbud Lamteng Syarif Kusen. “Ya, sekarang absennya finger print langsung online ke pusat. Selain kita pantau kedisiplinannya, juga dipantau Kemendikbud,” katanya, Rabu (9/1).

Sistem ini, kata Kusen, mengacu Permendikbud No. 10/2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah.

“Kalau tidak disiplin,  bermalas-malasan, atau tidak menjalankan tugas secara profesional bisa memengaruhi tunjangan profesi. Tunjangan profesinya tidak dibayarkan. Dalam peraturan itu ada ketentuannya. Bahkan bisa dicabut tunjangan sertifikasinya bagi guru yang bersertifikasi. Kalau tidak pernah masuk bisa dipecat. Selain itu jadi dasar pertimbangan kenaikan pangkat” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan kesiapan infrastruktur finger print online ini ? Kusen menyatakan masing-masing sekolah harus menyediakannya sendiri. “Kalau yang belum ada, ya beli sendiri. Masing-masing sekolah harus ada. Tidak disediakan,” tegasnya. (sya/wdi)

 




  • Bagikan