Upaya Damai Buntu, Anggota Dewan Berencana Lapor Balik

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Keributan antara anggota DPRD Lampung Barat Sugeng Kinaryo Adi dengan Suryanto, seorang aparatur sipil negara (ASN) berbuntut panjang. Selain berujung dengan laporan polisi, upaya perdamaian juga tidak menemui hasil.

Sugeng mengaku sudah berupaya menawarkan upaya damai. Namun Suryanto menolaknya. Karena itu, ia pun berencana mengambil langkah hukum dengan balik melaporkan Suryanto.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, persoalan yang akan menjadi pokok laporan adalah perbuatan tidak menyenangkan. Kemudian dugaan pemotongan insentif guru honorer yang diduga dilakukan oleh Suryanto saat menjabat sebagai Kepala UPT Pendidikan Bandarnegeri Suoh.

”Saya sudah ada itikad baik, mengajak untuk berdamai. Tetapi dia (Suryanto, Red) masih enggan. Karena itu saya akan laporkan balik. Masalahnya, ya soal perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik, dan juga soal dugaan pemotongan gaji (insentif) guru honor,” papar Sugeng.

Baca Juga:   Kebutuhan Oksigen di Lampung per Bulan Capai 570 Ton

Mengingat saat ini tahun politik, lanjut Sugeng, perbuatan yang dilakukan oleh Suryanto sangat merugikan dirinya. Karena itu ia menuntut pembersihan nama yang sudah terlanjur tercoreng.

”Saya selama ini bukan tidak tahu apa yang dilakukan olehnya. Tapi saya diam. Kalau sekarang, akan saya buka semua. Karena saya sangat dirugikan dengan masalah ini. Nama saya tercoreng,” tegasnya.

Diketahui, keributan antara Sugeng dan Suryanto berujung dengan laporan polisi. Sugeng diadukan ke Polres Lampung Barat dengan tudingan melakukan penganiayaan.

Peristiwa tersebut terjadi di Pekon Bandaragung, Kecamatan Bandarnregeri Suoh (BNS), Rabu (2/1) lalu. Suryanto diketahui merupakan kordinator wilayah (Korwil) Pendidikan untuk Kecamatan BNS.

Kasatreskrim Polres Lambar AKP Faria Arista membenarkan laporan tersebut. Ia menyatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. ”Laporan sudah diterima. Kami sedang melakukan penyelidikan,” kata Faria mewakili Kapolres Lambar AKBP Doni Wahyudi, Kamis (10/1).

Baca Juga:   Ketua Pokdarkamtibmas Tubaba Usul Tandai Rumah Warga Isoman

Menurut dia, laporan tersebut terkait perusakan yang dilakukan terlapor (Sa, Red). Kami masih meminta keterangan saksi-saksi. ”Ya, masih minta keterangan saksi,” sebut dia. (nop/ais)

 

 




  • Bagikan