Usai Lebaran Hendak Menikah, Pembobol Belasan Rumah Diringkus

  • Bagikan

radarlampung.co.id – RP (18) nekat mencuri untuk biaya pernikahannya dengan kekasih pujaan hatinya. Akibat perbuatannya warga Jalan Kota Raja, Gunungsari, Tanjungkarang Pusat tersebut gagal menikah.

RP merupakan pelaku pencurian spesialis bobol rumah. Aksi yang dilakukan bersama rekannya sudah 15 kali di wilayah Tanjungkarang Pusat dan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Saat ekspos di Mapolresta Bandarlampung, tersangka mengaku bahwa aksi kejahatan itu terpaksa dilakukan untuk mencukupi biaya pernikahannya dengan wanita idamannya selepas lebaran tahun ini.

“Saya nggak ada kerjaan sudah lama menganggur, jadi untuk modal nikah saya terpaksa mencuri,” ujarnya Senin (28/5).

Selain itu modal nikah, lanjut RP, sebagian hasil pencuriannya digunakan untuk berfoya-foya bersama rekan-rekannya.

Baca Juga:   Waduh...Empat Pasangan Kumpul Kebo Diamankan Petugas

“Uangnya juga untuk foya-foya dan buat nyabu,” terangnya.

Akibat perbuatannya tersebut, RP diciduk Team Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung di kediamannya, pada Sabtu (26/5).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyo mengatakan, pelaku ditangkap dari hasil pengembangan dan penyelidikan serta olah TKP.

“TKP disalah satu rumah korban di Jalan Dipo, Kelurahan Gunungsari pada Februari lalu. Dan hasil penyelidikan mengarah pada pelaku, karena dari hasil pengembangan aksi pelaku sudah 16 kali,” ungkapnya.

Harto menegaskan, hasil kejahatannya digunakan pelaku untuk tambahan biaya menikah dan sebagainya untuk berfoya-foya dan main wanita.

“Pelaku punya komplotan setiap beraksi yang menahkodai si pelaku ini. Yang mereka incar tetangga sendiri yang keadaan rumah kosong dan dia beraksi bersama temannya bernisial AN (DPO),” sebutnya.

Baca Juga:   Pasar Bakauheni Terbakar, Ratusan Kios Hangus

Dia menambahkan, terakhir rumah yang digasak pelaku adalah rumah tetangganya di Tanjungkarang Pusat dan berhasil menggasak handphone dan ATM.

“Kebetulan ATM itu ada buku tabungannya yang mana terselip nomor pin, akhirnya pelaku bisa mengambil belasan juta dan hasilnya dibelikan sepeda motor, alat yang digunakan pelaku yaitu linggis dan obeng untuk mendongkel jendela,” paparnya.

“Maka pelaku ini kami kenai pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara,” tandasnya. (ndi/gus)




  • Bagikan