Usai Nyoblos Pilgub, Guru SD Jadi Korban Hipnotis Puluhan Juta Raib

  • Bagikan

radarlampung.co.id- Usai mencoblos di TPS Jalan Hasnudin, Gunung Mas, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, pada Pilgub 2018, Rabu (27) lalu, seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Saaidah (44) menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis, pada Rabu, (27/6), sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat peristiwa tersebut Saaidah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dan sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Telukbetung Selatan dengan nomor laporan LP/B/278/VI/2018/Resta Balam/Sektor TBS/Rabu, 27 Juni 2018.

Ananto (24) anak korban menceritakan, peristiwa yang menimpa ibu kandungnya terjadi di depan ATM BRI yang berada di Pasar Kangkung, saat itu ibunya baru selesai melakukan pencoblosan di TPS Pilgub Lampung 2018.

“Selesai nyoblos itu, tiba-tiba ibu saya ini dihampiri seorang pria nggak dikenal menanyakan alamat, nggak lama datang lagi seorang perempuan turun dari mobil mendekati ibu, perempuan itu sudah kenal dengan laki-laki itu, lalu mereka mengajak ibu saya naik ke mobil,” ujarnya, Jumat, (29/6).

Baca Juga:   Cuci Pakaian Anak, Ibu Ini Kaget Ternyata Putrinya Jadi Korban Pencabulan

Setelah ibunya berada didalam mobil, lanjut Ananto, pelaku mengiming-iming akan memberangkatkan umroh jika menuruti permintaan pelaku. “Secara enggak sadar, ibu saya memberikan tiga buku tabungan Mandiri, Bank Lampung dan BRI beserta nomor PIN nya,” terangnya.

Masih kata dia, setelah korban menyerahkan sejumlah kartu ATM, kemudian pelaku masuk ke ATM untuk menguras uang milik korban yang ada di ATM BRI. “Kalau ibu masih ada didalam mobil, gak boleh turun dari mobil jadi hanya diam saja, ibu didalam mobil bersama pelaku perempuan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, usai mengambil sejumlah uang di mesin ATM, korban di ajak keliling naik mobil, kemudian mampir ke rumah kosong yang berada di Jalan Hasanudin.

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

“Saat ada di rumah kosong itu, ibu enggak sadar memberikan 50 gram kalung emas, mata kalung 10 gram, gelang 40 gram cincin 14 gram dengan total semua 114 gram. Kalau total keseluruhan sampai Rp. 60 juta,” kata dia.

Ia mengungkapkan, aksi penipuan dengan modus hipnotis sempat tarekam CCTV milik salah satu Bank. Namun, dalam CCTV hanya pelaku laki-laki yang terekam sedang mengambil duit.

“Tapi dalam rekaman CCTV terlihat hanya pelaku laki-laki nya saja, dan pelaku perempuan enggak terlihat, mungkin didalam mobil,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, pihaknya meminta kepada jajaran untuk mengejar para pelakunya.

“Nanti saya minta anggota untuk mencari pelakunya, tapi saat ini masih dalam penyelidikan,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan