Usai Telepon Pacar, Pemuda di Tuba Ditemukan Gantung Diri di Jembatan Way Badar


Seorang pemuda ditemukan gantung diri di jembatan Way Badar I Tulangbawang. Foto Dok. Warga
Seorang pemuda ditemukan gantung diri di jembatan Way Badar I Tulangbawang. Foto Dok. Warga

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Kampung Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawaraji, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) dihebohkan dengan peristiwa gantung diri seorang pemuda di jembatan Way Badar I.

Kapolsek Gedungaji Ipda Amir Hamzah mengatakan, peristiwa gantung diri tersebut kali pertama diketahui oleh saksi Ali pada Selasa (10/5) malam, sekira pukul 22.00 WIB.





Ketika itu, Ali sedang melewati jembatan Way Badar I. Tiba-tiba ia melihat sepeda motor terparkir di tepi jembatan.

Ketika diperiksa ia tidak menemukan pemiliknya. Ali kemudian melihat sejenis sabuk beladiri dengan panjang sekira 3 meter berwarna hijau tergantung di bagian bawah jembatan.

Setelah diperiksa, betapa kagetnya ia karena di situ ada seorang pemuda tergantung di bawah jembatan.

Baca Juga:   Senggolan dengan Supra Fit, Pengendara Vixion Tewas Terjatuh

Ali lalu mendatangi rumah warga terdekat untuk meminta pertolongan. Aparat kepolisian bersama tim medis kemudian datang.

“Korban ketika diangkat dan diperiksa tim kesehatan sudah tidak bernyawa,” kata Ipda Amir, Kamis (12/5).

Belakangan diketahui korban adalah AS seorang pemuda berusia 20 tahun yang merupakan warga setempat.

Kapolsek menjelaskan, begitu dievakuasi korban kemudian dibawa ke RSUD Menggala untuk dilakukan pemeriksaan forensik.

Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui meninggal dunia murni akibat gantung diri. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Menurut keterangan keluarga korban, lanjut Ipda Amir, sebelum gantung diri korban sempat berkomunikasi dengan pacarnya yang ada di Bangka Belitung untuk meminjam uang sebesar Rp20 juta.

Baca Juga:   UTBK-SBMPTN Mulai Besok, Ini Lokasinya

“Dugaan sementara akibat masalah keuangan. Menurut keterangan keluarga juga korban dikenal boros. Kita belum dalami, boros ini apakah karena ada utang atau persoalan dengan pihak lain,” terang Kapolsek.

Atas peristiwa ini, keluarga korban ikhlas menerimanya sebagai musibah dan langsung dimakamkan usai dilakukan pemeriksaan di RSUD Menggala. (nal/sur)