Utamakan Kualitas, D’MC Coffee Rangkul Petani Kopi Lambar

  • Bagikan
Grand opening D'MC Coffee, coffee shop dan resto turut dihadiri langsung Pj. Sekprov Lampung Fahrizal Darminto, Direktur Radar Lampung Hi. Taswin Hasbullah, Senin (29/7). Foto IST

radarlampung.co.id – Satu lagi coffee shop dan resto hadir di Bandarlampung. D’MC Coffee yang berada di Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan (TbS), resmi buka, Senin (29/7). Tak hanya sekedar menyajikan racikan kopi pada konsumennya, kopi-kopinya pun merupakan kopi asli dari Lampung Barat (Lambar) yang tetap terjaga kualitasnya.

Owner D’MC Coffee Rismoyo Eka Putera menyatakan bahwa D’MC Coffee sendiri telah ada di Bandarlampung sejak 2013 lalu. Namun setahun belakangan pihaknya melakukan rebranding dan beberapa perubahan sehingga bisa membuka coffee shop dan resto di Jalan Gatot Subroto, yang dulunya pernah menjadi lokasi coffee shop O Bangi Kopitiam.

“Hari ini grand opening, tapi sebenarnya kami sudah ada sejak 2013 disini. Posisinya di belakang, karena ini masih jadi O Bangi Kopitiam, yang masih satu grup sama kita juga. Tapi akhirnya karena itu brand Malaysia kami putuskan untuk tidak melanjutkan brandingnya dan memulai baru dengan D’MC Coffee dengan beberapa perubahan,” kata Aris sapaanya saat ditemui di kafenya Senin (29/7).

Dijelaskannya, konsep awal D’MC Coffee sebenarnya berbau westren resto yang di dalamnya ada kopi untuk dijual. Namun kali ini, D’MC Coffee berubah imagenya menjadi coffee shop dan resto. “Konsepnya westren food terus ada jualan kopi. Namun sekarang imagenya coffee shop, tapi bukan hanya menjual makanan ringan sebagai pendapingnya tapi juga makanan berat yang kita jual,” sambungnya.

Selain itu, sambungnya, menu yang di jual merupakan makanan khas Indonesia. Hal ini dilakukan Aris bersama timnya karena ingin memajukan produk lokal tanah air. “Semangat kita juga mau memajukan produk lokal Indonesia, karena kopinya kami mengambil langsung dari Lampung Barat. Makanannya pun yang kami sajikan ayam goreng, pindang, pepes, jadi kami buat makanan Indoensia,” tandasnya.

Selain di Jalan Gatot Subroto, D’MC Coffee sudah banyak memiliki cabang di bebeapa bandara di Indonesia. Nah untuk seluruh suplai kopinya, Aris mengaku semua langsung dari petaninya. Per tahun di lahan kurang lebih 50 ton kopi di hasilkan dan dibawa ke Lampung.

“Kami buka di beberapa bandara mulai Bandara Radin Inten II sejak 2015, sementara bandara lainnya mulai 2018 beroperasi seperti di Bandara Soekarno Hatta, Kualanamu Medan, hingga Bandara di Palembang juga ada,” sambungnya.

Soal market dan harga sendiri, Aris mengatakan yang ditawarkan D’MC Coffee tidak terlalu mahal. Untuk market, D’MC Coffee bisa dinimkati baik keluarga maupun dimanfaatkan para pekerja dan mahasiswa di sore hari.

Bahkan untuj menjamin kualitas kopi yang disuguhkan ke pelanggan, Aris mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan petani untuk menyediaan biji kopi berkelas.

“Kami melakukan pembinaan pada petani, jadi kami punya lahan 10 hektar di Lambar. Jadi petani kami jamin hasilnya kami beli tapi kualitasnya harus mengikuti standar kita. Kopi yang kami kasih juga premium grade. Kopinya pun setara dengan kopi yang pernah di impor dari Italia namun dengan harga mencapai Rp300 ribu per kilogramnya. Sedangkan kita kelasnya sama dan lebih bagus dijual dengan harga Rp110 ribu per kilogram. Karena kami tahu kalau sebenarnya premium kopi itu ya kopinya metik di Indonesia namun diroasting di luar negeri, karena kami tahu itu makanya kami punya empati untuk kontribusi lebih ke kopi lokal,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir PJ. Sekda Provinsi Lampung Lampung Fahrizal Darminto, Direktur Radar Lampung Hi. Taswin Hasbullah, dan senior AEKI Lampung H. Azis Chan Satib. (rma/kyd)


Baca Juga:   Cuci Pakaian Anak, Ibu Ini Kaget Ternyata Putrinya Jadi Korban Pencabulan


  • Bagikan