Vaksin di Polsek se-Bandarlampung Dapat Minyak Goreng


Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Adit Priyanto saat memberikan minyak goreng kepada warga yang telah divaksin, Jumat (25/2). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Adit Priyanto saat memberikan minyak goreng kepada warga yang telah divaksin, Jumat (25/2). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Genjot vaksinasi di Lampung, lima Polsek di Bandarlampung gelar vaksinasi dengan bonus minyak goreng.

Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di lima Polsek. Diantaranya Polsek Sukarame, Polsek Kedaton, Polsek Telukbetung Utara (Tbu), Polsek Telukbetung Timur (Tbt), dan Polsek Telukbetung Selatan (Tbs).





Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Adit Priyanto menjelaskan, bonus minyak goreng tersebut diberikan khusus untuk orang lanjut usia (lansia) yang melakukan vaksinasi.

Namun, kegiatan vaksinasi sendiri difokuskan tidak hanya untuk lansia, namun juga masyarakat umum lain dari jenjang usia dewasa dan anak-anak.

“Jadi setelah warga yang lansia melakukan vaksinasi, mereka akan diberikan minyak goreng gratis,” katanya.

Lanjut dia, dalam kegiatan ini pihaknya menyiapkan sebanyak 100 bungkus minyak goreng ukuran 1 liter. “Namun karena antusias warga yang tinggi, warga yang datang ada sebanyak 140 orang,” ujarnya.

Pantau Radarlampung.co.id di lokasi, kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan di Pos Polisi Gudang Lelang, Telukbetung Selatan (Tbs).

Dalam kegiatan itu, masyarakat sekitar terlihat antusias untuk melakukan vaksinasi. Salah satunya yakni Siti yang mengaku ikut vaksinasi lantaran mendengar mendapat minyak goreng gratis.

Terlebih karena saat ini minyak goreng sedang sulit didapatkan. Siti mengaku merasa terbantu dengan adanya program vaksinasi gratis minyak goreng tersebut.

“Alhamdulillah, senang banget. Karena sekarang kan minyak goreng lagi langka, susah didapatnya. Jadi ya ngerasa terbantu banget,” katanya.

Dia juga berharap, pemerintah dapat segera bertindak agar pendistribusian minyak goreng kembali lancar. Khususnya di Bandarlampung.

“Karena kami yang lansia ini sudah kalau mau ikut antre minyak goreng. Kakinya sudah nggak kuat untuk berdiri lama,” tandasnya. (Ega/yud)