Vaksinasi Masih Rendah, Kinerja Diskes Lampung Disorot

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO DOKUMEN RADARLAMPUNG.CO.ID

Radarlampung.co.id – Upaya keras Gubernur Arinal Djunaidi mempercepat vaksinasi Covid-19 wajib diimbangi kinerja jajaran terkait. Terutama Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai leading sektor vaksinasi ini.

Terlebih, Gubernur Arinal Djunaidi dalam upaya peningkatan vaksinasi telah melakukan banyak hal. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Bahkan Arinal mampu membuat Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Lampung, baru-baru ini.


Namun, hasil dari upaya tersebut tampaknya belum ditindaklanjuti maksimal. Hal ini terlihat dari data vaksinasi Kementerian Kesehatan, di mana Lampung masih berada pada garis bawah.

Data menyebutkan, vaksinasi dosis satu di Lampung berada di angka 966.545 (14,54 persen), sementara untuk vaksinasi dosis kedua baru mencapai 557.316 (8,39 persen).

Masih rendahnya vaksinasi di Lampung memantik kritik akademisi dari perguruan tinggi. Sebagian besar heran, lantaran Presiden Jokowi sendiri telah mengintruksikan percepatan vaksinasi.

Rasa heran itu salah satunya datang dari Pengamat Kebijakan Publik Dedi Hermawan. “Jadi secara politik, pimpinan tinggi nasional Presiden sudah memberikan instruksi. Mestinya kan di-follow-up,” katanya.

Menurut Dedi, hal ini perlu menjadi catatan penting mengenai kenapa Lampung masih mengalami perlambatan dalam pelaksanaan program vaksinasi.

“Walau ada beberapa informasi bahwa beberapa titik sudah ada vaksinasi, mungkin masih belum signifikan. Mesti harus didorong, pemerintah provinsi terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk vaksinasinya,” katanya.

Adanya tren positif mengenai penurunan level zona dan penyebaran kasus Covid-19 di berbagai daerah juga menurutnya seharusnya menjadi peluang mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Baca Juga:   Update Covid-19 Lamtim, Terkonfirmasi Positif 5.789, Sembuh 5.150

Patut digaris bawahi, vaksinasi merupakan variabel penting, di samping pelaksanaan protokol kesehatan (prokes), pemerintah daerah diminta untuk terus berupaya menarik vaksin sebanyak-banyaknya ke Lampung.

“Dalam hal ini, harus proaktif betul, berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Ini bukan masalah distribusi vaksin dari pusat lagi. Karena berpikirnya secara nasional, berbagai daerah,” tambahnya.

Di samping itu, pemerintah pusat juga diharapkan punya pemetaan yang jelas, terkait daerah-daerah mana saja yang keadaannya semakin membaik. Serta, daerah-daerah yang kebutuhan vaksinasinya masih minim harus menjadi prioritas penyaluran vaksin.

“Pada sisi lain, provinsi juga tidak boleh kendor juga melakukan pendekatan, lobi-lobi kepada pemerintah pusat agar provinsi Lampung tidak terabaikan dalam proses vaksinasi ini,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo mengatakan, jelang pertemuan tatap muka (ptm), Lampung memprioritaskan pemberian vaksin untuk guru dan siswa.

“Stok vaksin untuk pelaksanaan ptm saat ini sudah tersedia. Baik itu dari TNI/Polri dan anggota DPR RI. Sampai hari ini, data yang saya punya untuk Lampung masih kekurangan sebanyak 2 juta vaksin,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengkonfirmasi hal tersebut ke Dinas Kesehatan provinsi Lampung namun belum mendapatkan jawaban.

Dia juga mengaku kesulitan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, lantaran selama ini Dinas Kesehatan tidak pernah membicarakan terkait update ketersediaan vaksin di Lampung.

“Saya sudah coba konfirmasi ke Dinas Kesehatan, mempertanyakan soal vaksin memang kesulitan. Saya sudah coba telpon beberapa yang berkopeten terkait ini tapi belum juga mendapatkan respon. Memang sulit koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Baca Juga:   Gagalkan Penyelundupan 6.075 Ekor Burung, KSKP Bakauheni Raih Penghargaan

Meski begitu, dirinya tetap yakin bahwa Pemprov Lampung tidak akan berdiam diri dan akan tetap berupaya menyelesaikan permasalahan vaksinasi tersebut.

”Tapi untuk kali ini kita prioritaskan untuk guru dan murid agar ptm bisa terlaksana dengan baik. Selain itu, kita minta himbauan pada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Sambung dia, meski saat ini kasus penularan covid-19 di provinsi Lampung sudah mulai menurun. Namun, masyarakat diharapkan tetap waspada tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

“Kasus covid-19 memang sudah turun, tapi protokol kesehatan harus tetap dijaga dengan baik. Karena masih ada penularan-penularan covid-19 yang ada di provinsi Lampung,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Lampung, Reihana mengatakan, setealh adanya kunjungan dari Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, distribusi vaksin dari pemerintah pusat ke provinsi Lampung terbilang lancar.

Berdasarkan data, target vaksin di Lampung yakni sebesar 14.619.497 dosis. Sementara yang sudah dikirimkan oleh pemerintah pusat baru mencapai 2.120.700 atau sekitar 14.51 persen. “Alhamdulillah lancar (distribusi, red),” singkatnya.

Diketahui, guna meningkatkan vaksinasi, belum lama ini di Lampung juga telah dilakukan vaksinasi massal. Diantaranya seperti vaksinasi merdeka, vaksinasi ibu hamil hingga vaksinasi anak guna menjangkau semua kalangan masyarakat. (ega/sur/wdi)




  • Bagikan