(Video) Sabu Dicampur Gula Batu, Polisi Tak Tertipu

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Acungan jempol patut diberikan untuk jajaran Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Beragam cara dilakukan pengedar narkoba untuk berjualan  barang haram. Diantaranya mencampur narkoba jenis sabu dengan gula batu. Tetapi, polisi tak bisa ditipu.

Hasil uji lab BPOM Lampung. Foto Istimewa

Seperti kasus narkoba yang melibatkan salah satu pengedar yakni Rismantoni warga Kotaalam, Kotabumi, Lampura. Dia yang ditangkap oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lampura di depan RM Taruko Jaya 1 pada (11/5) pekan lalu, mengaku sabu adalah gula batu. Polisi pun melakukan uji laboratorium ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung.

Kasat Narkoba Polres Lampura Iptu Andri Gustami kepada radarlampung.co.id mengatakan, hasil uji lab terhadap lebih dari 43 gram sabu dari tangan tersangka Rismantoni.

Baca Juga:   PPKM Level 4 Resmi Berlanjut Hingga 2 Agustus

“Saya kita tangkap keterangan tersangka itu gula batu. Kita lalu uji lab ke BPOM Lampung. Hasilnya memang sebagian dicampur dengan gula batu. Lalu, setelah enam hari hasil uji lab sudah keluar,” ungkapnya, Selasa (22/5).

Dilanjutkan Andri, Hasil Uji Lab di Laboratorium BPOM Provinsi Lampung Nomor PM.01.05.100.05.18.125. tanggal 14 Mei 2018 yang ditandatangani oleh Penguji Rico Erwinda. Hasilnya kandungan dari barang bukti tersebut positif Methampetamine.

“Saat ini tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Mapolres Lampung Utara untuk proses penyidikan lebih lanjut. Ternyata BB tersebut sabu yang dicampur dengan gula batu oleh tersangka untuk mendapatkan untung yang lebih besar dari penjualan Narkotika jenis sabu tersebut,” tandasnya.

Baca Juga:   Warga Raman Utara Temukan Avanza Tak Bertuan Terperosok ke Saluran Irigasi

Sampai saat ini, Satresnarkoba Polres Lampura terus mengembangkan kasus ini. “Kami masih telusuri dan kembangkan dari mana asal barangnya. Sebab, tersangka mengaku dia mendapat barang haram itu dari orang lain,” pungkasnya. (rlo/gus)




  • Bagikan