Viral Kepsek di Tuba Bakal Nikahi Muridnya, Begini Kisah Romantisme Keduanya


Pasangan viral kepala sekolah yang menikahi muridnya. Foto Dok. Pribadi
Pasangan viral kepala sekolah yang menikahi muridnya. Foto Dok. Pribadi

Jodoh memang tidak ada yang tahu. Karena semua itu menjadi hak prerogatif Sang Pencipta alam semesta. Begitu pun yang terjadi antara M. Fajrul Islam dengan sang belahan jiwa: Dila Santika.

Laporan M. Zainal Arifin/Radarlampung.co.id





SIANG ini Radarlampung.co.id mendatangi SMK Al Iman 1 di Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang. Belakangan, kepala sekolah (kepsek) di sekolah ini viral di jagat maya. Khususnya Tiktok.

Bahkan, sampai hari ini (21/4) jumlah view-nya lebih dari 14 juta.

Penyebabnya: M. Fajrul Islam –kepsek SMK Al Iman 1 dikabarkan bakal menikahi salah seorang muridnya: Dila Santika (19).

Memang terdengar seperti cerita-cerita drama di televisi, novel, cerita fiksi di wattpad, maupun film layar lebar. Tapi ini ada. Dan nyata.

Fajrul –sapaan akrabnya– bercerita kepada wartawan media ini awal mula ia berkenalan, sampai memberanikan diri meminang murid perempuannya.

Cerita kisah kasih keduanya berawal dari tahun 2019 saat Dila menjadi siswi baru di sekolah ini.

Karena berprestasi, Dila menjadi brand ambassador atau wajah dari SMK Al Iman 1 di mata publik.

Kebetulan saat itu Fajrul yang menjadi kepala sekolah. Otomatis keduanya sering bertemu.

Sebelum jauh bercerita soal kisah cintanya. Pria berumur 26 tahun itu mengungkapkan ada empat kriteria yang menjadi pegangan hidupnya untuk memilih pasangan.

Yang pertama ialah agamanya. Lalu nasab atau keturunan keluarga. Ekonomi. Dan parasnya.

Dari empat kriteria itu, ia menemukannya pada sosok Dila –muridnya.

Sebagai pria dengan background pendidikan yang kental, alumni UIN Walisongo Semarang Jurusan PAI tersebut menilai Dila bisa menjadi support system dalam hidupnya.

“Awalnya arahnya belum ke menikah. Tapi komunikasi lebih dalam. Saya tidak pacaran dengan embaknya (Dila),” ceritanya dengan penuh semangat.

Benih-benih keseriusan kedua sejoli ini terjadi pada awal tahun 2021. Saat itu sang murid baru naik ke kelas XII.

Seringnya melakukan komunikasi dan bertemu menjadi jembatan keduanya ke jenjang lebih serius.

Di awal komunikasi menuju ke jenjang yang lebih serius, Fajrul mengakui jika muridnya tersebut sempat syok dan kaget.

Pria yang saat ini sedang menempuh pendidikan magister di salah satu kampus swasta di Bandarlampung tersebut bercerita, ketika awal mendekati muridnya itu ia juga izin terlebih dahulu ke dewan guru di sekolah.

Gayung bersambut. Ternyata menurut pengakuan para tenaga pendidik, Dila juga ngefans kepada kepala sekolahnya.

Ngefans yang dimaksud soal ketegasan, disiplin, wibawa, dan masih usia muda namun sudah menjadi kepala sekolah.

“Kebetulan saya juga ustadz dia (Dila) di pondok pesantren (satu yayasan dengan SMK Al Iman 1). Jadi saya paham apalagi kalau hafalan sama saya,” ungkapnya.

Juli 2021 akhirnya Fajrul memberanikan diri menghubungi orangtua Dila.

Maksudnya menghubungi orangtua muridnya tersebut bukan untuk melamar. Namun meminta izin untuk lebih dekat dengan Dila pasca lulus dari jenjang sekolah.

“Ternyata respon ayahnya berbeda. Saya langsung disuruh datang ke rumah membawa keluarga untuk melamar,” ceritanya dengan memeragakan ekspresi kaget.

Sebagai seorang laki-laki yang berpegang teguh pada prinsip ajaran agama, Fajrul memberanikan diri berbicara dengan keluarga perihal permintaan lamaran.

Sempat terjadi pergolakan kata Fajrul. Alasannya karena ia dirasa masih terlalu muda. Awalnya keluarga Fajrul belum menyetujui.

Tidak itu saja, bahkan sempat muncul fitnah.

Dengan segala alasan dan pengertian yang disampaikan kepada keluarga, bahwa orangtua Dila telah mengamanahkannya untuk datang dan melamar, akhirnya Fajrul diizinkan.

Meskipun tidak 90 persen pihak keluarga setuju dengan keputusannya, Alumni MA Al Hikmah Bandarlampung tersebut tetap teguh dengan pilihannya.

Ditemani dewan guru dan beberapa anggota keluarga, akhirnya Fajrul datang ke Desa Sukaagung, Kecamatan Wayserdang, Kabupaten Mesuji untuk melamar Dila.

Rencananya, 21 Mei 2022 nanti keduanya akan melaksanakan akad nikah di kediaman muridnya tersebut.

Ditanya soal tanggapan video tiktok miliknya viral di jagat maya, Fajrul yang menjadi kepala sekolah sejak usia 24 tahun itu awalnya takut.

Dia takut akan ada komentar-komentar miring dari warganet.

Namun ketakutannya tidak terjadi. Warganet justru ramai-ramai berkomentar positif dan menyukai kisah cinta keduanya. Bahkan tak sedikit yang mengirimkan pesan dukungan dan apresiasi.

“Ini di luar ekspektasi saya. Video saya bisa sampai sekarang ini view-nya tidak menyangka. Saya niatnya hanya ingin membuat konten biasa untuk mengekspresikan dunia kita,” jelasnya.

Meskipun banyak warganet yang mengapresiasi dan memberikan dukungan, Fajrul mengakui sekitar sepuluh persen warganet ada juga yang menghujat.

Dari komentar dugaan telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di antara keduanya. Sampai hujatan-hujatan bernada tendensius kepada dirinya sebagai kepala sekolah.

Namun, hal tersebut tidak menjadikannya ciut. Hujatan tersebut dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran. Karena dia yakin tidak semua manusia menyukai satu hal yang sama.

Dari sisi lain, akibat viralnya video tiktok itu jalan rezeki keduanya malah semakin terbuka.

Bagaimana tidak. Puluhan brand datang silih berganti untuk endorse produk mereka.

Sebagian besar UMKM yang datang minta dipromosikan adalah produk fashion untuk perempuan. Seperti gamis, baju, jilbab, dan lain-lain.

“Akun Tiktok saya baru satu minggu, followers-nya 75 ribu. Followers embaknya (Dila) yang sudah banyak sekitar 1,1 juta karena sudah lama. Endorsean banyak ke embaknya,” terangnya.

Ditanya soal rencana kedepan setelah menikah, Fajrul mengaku akan mendukung pendidikan Dila untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Begitupun dengan karir calon istrinya di dunia usaha. Kepala sekolah termuda di Tulangbawang tersebut juga akan mendukung penuh, bahkan memfasilitasi.

Hal unik lain dari pasangan ini: keduanya akan melangsungkan akad pada 21 Mei. Tanggal 26 Mei rencananya acara ngunduh mantu yang berlangsung di SMK Al Iman 1.

Beberapa hari setelahnya di lokasi yang sama –SMK Al Iman 1, akan dilangsungkan acara seremoni yudisium kelulusan siswa: kelulusan siswa-siswi angkatan Dila.

Ketika itu, Dila sudah menjadi istri kepala sekolah dan bisa jadi dia yang mengalungkan medali atau memberikan piagam kepada teman-temannya. (*/sur)