Viral, Ojol Jadi Korban Pengeroyokan. Ini Penjelasan Keduanya

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Diduga lantaran pesanan yang tidak sesuai, seorang driver ojek online (ojol) menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang. Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/8) dini hari.

Aksi pengeroyokan tersebut juga sempat terekam cctv dan viral di media sosial. Berdasarkan video tersebut, terlihat korban yang menggunakan jaket ojol tersebut dipukuli oleh sejumlah orang.


Joddy Wijaya (24), yang merupakan korban dalam kejadian tersebut menjelaskan, peristiwa itu berawal saat dirinya datang ke rumah makan Ayam Geprek Berkokok, sekitar pukul 2.00 wib.

Korban datang ke rumah makan di jl. Dakwah Ujung, Labuhan Ratu, Kedaton, Bandarlampung untuk menukar pesanan makanan milik konsumen yang tidak sesuai.

Joddy mengatakan, dirinya mendapatkan orderan dari konsumen yang berada di Tanjungsenang. Saat itu konsumen memesan menu ayam geprek, namun Joddy tidak menyadari kalau pesanan tersebut tertukar dengan pesanan konsumen lainnya.

Baca Juga:   Jadi Tersangka Suap DAK Lamteng, KPK Tahan Azis Syamsuddin

“Saya baru tau kalau pesanan itu ketuker setelah sampai di rumah konsumen. Konsumen pesennya ayam, tapi yang didapat malah cumi,” katanya.

Lantaran itu, Joddy pun akhirnya balik lagi ke rumah makan tersebut untuk menukarkan kembali pesanannya. “Saya takut kalau salah pesanan, pelanggan nanti kasih bintang satu ke saya. Itu imbasnya ke kinerja saya,” tambahnya.

Sambung dia, setelah kembali ke rumah makan tersebut, Joddy lamgsung meminta karyawan rumah makan menukar pesanan. Namun, karyawan rumah makan tidak terima dan langsung memukulinya.

“Mereka tidak terima, terus langsung mukulin saya. Ada sekitar tujuh orang yang ngeroyok saya,” tambahnya.

Akibatnya, Joddy harus menderita sejumlah luka memar di wajah dan kepala. Atas kejadin tersebut, korban juga langsung melaporkan peristiwa ke Polsek Kedaton. Laporan tersebut tertuang dalam LP/604-B/VIII/2021/LPG/RESTABALAM/SEKTOR KEDATON.

Terpisah, pemilik rumah makan Ayam Geprek Berkokok, Ruli Boyke Hastien (40) memberikan klarifikasi terkait kabar pengeroyokan tersebut.

Baca Juga:   Lagi, Minimarket Jadi Sasaran Maling

Menurut dia, video viral yang beredar di media sosial tersebut tidak menunjukan seluruh kejadian secara jelas.

Berdasarkan penjelasan Ruli, sebelum kejadian tersebut, sempat terjadi adu mulut antara korban dan karyawannya. Hal itu berakhir dengan korban yang menarik kerah baju karyawannya.

Hal tersebut, kemudian memicu amarah karyawan lain yang juga ada di lokasi kejadian. Sehingga keributan pun tidak dapat dihindari dan terjadilah pemukulan tersebut.

“Karyawan saya sudah minta maaf sebelumnya dan membuatkan pesanan yang sesuai. Tapi dia (korban, red) malah marah-marah, ngomong kasar dan narik kerah baju karyawan saya,” jelasnya.

Namun, Ruli berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. “Ya harapannya, kalau bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, ya diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan