Viral! Tim Bisbol Putri Indonesia Galang Dana untuk Berlaga

  • Bagikan
FOTO BASEBALL PUTRI

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim nasional (Timnas) Bisbol Putri Indonesia pertama telah terbentuk. Namun, mereka belum mendapat anggaran dari Persatuan Baseball & Softball Indonesia (PERBASASI). Mereka lantas harus menggalang dana secara mandiri untuk bertanding.

Melalui platform penggalangan dana kitabisa.com, Timnas Bisbol Putri menggalang dana agar bisa bertanding di Australian Youth Women’s Baseball Championship (AYWC) 2019 di Canberra, 15-20 April mendatang.

Melalui akun twitter resmi mereka @baseballputri, Timnas Bisbol Putri Indonesia mengungkapkan keluh kesah mereka karena masalah pendanaan untuk tampil di turnamen internasional perdana.

“Bisbol adalah salah satu olahraga paling gender-diskriminatif. Susah banget untuk membentuk timnas bisbol putri, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat. Atlet bisbol putri masih menerima diskriminasi. Sampai sekarang, baru 11 negara yang punya timnas bisbol putri,” bunyi pernyataan di media sosial Timnas Bisbol Putri Indonesia.

FOTO BASEBALL PUTRI

Padahal, atlet bisbol putri sudah berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari kunjungan timnas bisbol putri Australia ke Indonesia tahun 2015 untuk melawan diskriminasi gender di olahraga tersebut, kedatangan 15 atlet bisbol putri ke Australia untuk uji tanding, dan tahun 2018 ada anggota tim bisbol Jepang yang datang ke Indonesia untuk mengadakan laga uji coba.

Baca Juga:   Pengurus KONI Pesawaran Dilantik

Setelah berjuang cukup lama, keinginan bermain di sebuah turnamen memang semakin kuat. Seiring besarnya dukungan dari negara-negara tersebut. Apalagi, ajang AYWC 2019 bisa membuka pintu untuk mendapatkan kesempatan berjuang di SEA Games 2019, Asian Games 2022, hingga Olimpiade Tokyo 2020.

Saat dikonfirmasi tim Radarlampung.co.id Djulondin Jaing selaku PB Baseball Technical Advisor dan Pembinaan Baseball Wanita, membenarkan adanya penggalangan dana tersebut benar adanya.

“Ya (penggalangan dana) sudah berjalan beberapa hari dan benar adanya, karena mereka (Timnas Bisbol Putri) sudah melapor kegiataannya ke ketum PB Perbasasi seperti apa adanya,” katanya kepada Radarlampung.co.id, Selasa (5/3).

Untuk mengikuti AYWC 2019 membutuhkan dana Rp950 juta. Namun hingga berita ini diterbitkan, baru Rp14 juta dana yang terkumpul. Masih ada 37 hari lagi untuk membantu Timnas Baseball Putri Indonesia mewujudkan mimpinya. Djulondin berharap dukungan dari berbagai macam kalangan untuk timnas.

Baca Juga:   Pengurus KONI Pesawaran Dilantik

“Secara general saya pribadi sangat berharap dukungan para simpatisan di sini, agar dapat membantu dalam do’a. Terutama agar baseball wanita Indonesia dapat berkembang, utamanya di kelompok umur 15 tahun dan 12 tahun, karena saya berusaha mengaktifkan para atlet pemula baseball di Indonesia. Semoga segala bantuannya dapat membantu tercapai rencana kerja kepengurusan PB yang sekarang,” tuturnya.

Menurut Djulondin, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) sudah merespon permasalahan ini.

“Baru dapat respon dari Kemenpora siang kemarin dalam kunjungan PB. Kita sepakat mengembangkan baseball wanita di Indonesia, khususnya dalam pembinaan baseball usia dini atau kelompok umur. Itu saja sekilas infonya,” pungkasnya.

Jika ingin membantu Timnas Bisbol Putri Indonesia bisa dengan menyumbang di kitabisa.com/baseballputri. Karena sejatinya Timnas Bisbol Putri Indonesia menjadi bagian dari sejarah bisbol di Indonesia. (snd/sur) 




  • Bagikan