Wabup Tanggamus Ingatkan Pemuda Peka Dengan Kondisi Sosial

  • Bagikan
Wabup Tanggamus A.M. Syafi'i, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Kepala Kesbangpol Ajpani, Wakapolres Kompol M.N. Yuliansyah dan Kasdim Mayor Inf. Suhada Erwin foto bersama peserta Bimtek Kader Kebangsaan, Senin (29/7). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Wabup Tanggamus A.M. Syafi'i, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Kepala Kesbangpol Ajpani, Wakapolres Kompol M.N. Yuliansyah dan Kasdim Mayor Inf. Suhada Erwin foto bersama peserta Bimtek Kader Kebangsaan, Senin (29/7). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Wakil Bupati Tanggamus A.M. Syafi’i  membuka bimbingan teknis (bimtek) Bagi Kader Kebangsaan, di aula Hotel 21, Senin (29/7). Kegiatan yang dilaksanakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan peserta dari 20 kecamatan ini berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (31/7) mendatang.

Kepala Kantor Kesbangpol Tanggamus Ajpani dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu dari 55 program Aksi Asik. Yakni sebagai bentuk perpanjangan tangan pemkab dalam mewujudkan ketenteraman, ketertiban dan  perlindungan masyarakat.

“Untuk itu diperlukan upaya-upaya kewaspadaan, deteksi dan cegah dini oleh masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana alam karena ulah manusia. Langkah ini untuk menjaga Tanggamus tetap aman, damai, kondusif dari ancaman gangguan luar maupun dalam negeri,” kata Ajpani.

Baca Juga:   Sepakat, Akses Menuju Ponpes Daarul Ulum Dibuka, Ini Syaratnya

Dilanjutkan, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, Polres Tanggamus, Kodim 0424, Kesbangpol Lampung, dan Binda Lampung.

Sementara A.M. Syafii menyambut baik kegiatan bimtek Kader kebangsaan. Ia berharap generasi muda lebih peka terhadap situasi sosial yang terjadi dari waktu ke waktu. Terlebih, ada banyak persoalan di Indonesia saat ini.

“Untuk itu kami mengharapkan para kader kebangsaan bisa membantu Pemkab Tanggamus dalam menyaring segala informasi atau berita yang sifatnya memprovokasi. Jangan terpancing dengan segala macam persoalan yang menimbulkan konflik sosial,” tegas Syafi’i

Dilanjutkan salah satu bentuk pencegahan dini terhadap konflik sosial adalah dengan meningkatkan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti silahturahmi antarumat beragama, kegiatan sosial dan keagamaan. (ehl/ral/ais)




  • Bagikan