Waduh, Napi Tamping Lapas Gunungsugih Kabur

  • Bagikan
Ilustrasi penjara (PIXABAY)

RADARLAMPUNG.CO.ID – Satu narapidana yang dipekerjakan (tamping) untuk pertanian di Lapas Kelas IIB Gunungsugih, Lampung Tengah, dikabarkan kabur, Selasa (23/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Ia adalah Iwan Winata, warga Kampung Srimulya Jaya, Kecamatan Seputihsurabaya, Lamteng.

Narapidana kasus curat yang divonis 1 tahun 8 bulan dan sisa pidananya 1 tahun 1 bulan 26 hari lagi ini kabur memanfaatkan kelengahan petugas lapas. Hal ini dibenarkan Kalapas Kelas IIB Gunungsugih Denial Arif.


“Iya. Itu statusnya napi yang bekerja di luar pagar untuk pertanian. Hukuman 1 tahun 8 bulan dalam kasus pencurian,” katanya.

Ketika bekerja di luar lapas, kata Denial, dikawal pegawai lapas. “Saat bekerja di luar dikawal sama pegawai. Dia (napi, Red) memanfaatkan kelengahan pegawai. Kami lagi tahap pencarian. Minta doanya,” ujarnya.

Baca Juga:   Bakso Son Haji Sony Siap Kooperatif Penuhi Permintaan Pemkot

Dalam catatan radarlampung.co.id, napi kabur dari Lapas Kelas IIB Gunungsugih kerap sering terjadi. Pada Jumat (1/7/2016) sekitar pukul 09.00 WIB, tahanan atas nama Sulaiman Djafar, warga Meunasah Drang, Muarabatu, Aceh Utara, yang dititipkan Polres Lamteng dalam kasus narkoba juga kabur Sulaiman Djafar ditangkap membawa sabu-sabu seberat 1 kg. Sulaiman kabur diduga melewati tembok lapas yang roboh ketika itu dan hanya dipagar sementara dengan bambu. Hingga kini tak tahu rimbanya.

Pada Selasa (19/4/2016), napi kasus curat juga kabur dari Lapas Kelas IIB Gunungsugih. Yakni Ahmad Soleh, warga Kecamatan Rumbia. Namun sehari kemudian berhasil ditangkap kembali sekitar pukul 24.00 WIB. Napi yang divonis 1,4 tahun ini ditangkap warga di Balai Kampung Sanggarbuana, Kecamatan Seputihbanyak, karena gerak-geriknya mencurigakan. (sya/sur)




  • Bagikan