Walikota se-Indonesia Akan Bahas UMKM di Bandarlampung


Suasana UMKM di Jalan Gatot Subroto Pahoman Bandarlampung. Foto : Yuda Pranata/radarlampung.co.id
Suasana UMKM di Jalan Gatot Subroto Pahoman Bandarlampung. Foto : Yuda Pranata/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjadi tuan rumah Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021. Kota Bandarlampung akan menjadi tempat pembahasan ketahanan ekonomi pelaku UMKM, dan Pasar Tradisional oleh Walikota se-Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Bandarlampung Khaidarmansyah. Menurutnya Mei mendatang Bandarlampung akan menjadi tuan rumah Rakernis Apeksi. Seluruh walikota akan hadir dalam acara tersebut





“InsyaAllah tetap berjalan rakernis ini. Nanti kita bahas masalah teknisnya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kata Khaidarmansyah, Rakernis Apeksi 2022 mengusung tema Pemantapan Peran UMKM dan Pasar Tradisional Pasca Pandemi Covid-19. Sehingga pihaknya menginginkan semua wali kota di Indonesia melakukan sharing terkait bagaimana mereka membangun UMKM-nya sehingga bertahan dari pandemi Covid-19. Begitu juga mengenai pasar tradisional.

Baca Juga:   Komisi I Pertanyakan Adanya Honorer DPMPTSP dengan Gaji Melewati Kaban

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro itu mengatakan, pelaku UMKM mampu bertahan di tengah kemerosotan ekonomi.

“UMKM kita sudah mulai bergeliat, wisata kuliner Taman UMKM Bung Karno hari Sabtu-Minggu ramai. Begitu juga dengan pusat-pusat oleh-oleh ramai dikunjungi warga,” ungkapnya.

Bahkan, UMKM serta pedagang dan pembeli pasar tradisional di Kota Tapis Berseri, saat ini sudah memakai aplikasi pembayaran digital seperti QRIS.

“Sebagian besar mereka juga sudah bergabung di marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Shopee. Pemerintah tidak bisa membuat platform sendiri, pemerintah tidak boleh dagang,” ucapnya. (Pip/yud)