Wamen BUMN Groundbreaking Bakauheni Harbour City (HBC)

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Wakil Menteri (Wamen) 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melaksanakan Groundbreaking Bakauheni Harbour City (HBC), di Menara Siger, Bakauheni Lampung Selatan (Lamsel), Rabu (27/10)

Wamen BUMN 2, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, wilayah Bakauheni, merupakan wilayah yang sangat potensial. Sebab, wilayah itu dikelilingi berbagai macam objek wisata. Baik wisata sejarah, wisata alam, maupun wisata minat khusus.


Kartika melihat potensi besar yang bisa dikembangkan di wilayah Bakauheni tersebut. Salah satunya wilayah pariwisata dan industrinya.

“Hal ini menjadikan Bakauheni memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata di pulau sumatera,” katanya.

Kartika menjelaskan, kegiatan groundbreaking pada hari ini, terdapat empat hal yang menjadi fokus utama, diantaranya

Pembangunan Masjid oleh BSI. Desain Masjid yang dibangun merupakan hasil dari akulturasi budaya dan agama dengan mengambil bentuk kubus.

Masjid ini diharapkan akan menjadi suatu tempat ikonik, yang memiliki rancangan arsitektural modern, sehingga akan menjadi tempat ibadah dan juga tempat destinasi wisata religi baru di Kawasan bakauheni.

Lalu, Pengembangan area UMKM oleh Bank Mandiri. Bakauheni merupakan wilayah dengan Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWP) yang strategis. Pengembangan area UMKM di Bakauheni khususnya di Menara Siger.

Baca Juga:   Indonesia Batasi Perjalanan 11 Negara di Afrika

Hal ini Menjadi opsi yang tepat sebagai penarik minat pengunjung sekaligus menunjang kebutuhan berwisata. Serta meningkatkan perputaran roda perekonomian sekitar bagi pelaku ekonomi maupun wilayah itu sendiri.

Selanjutnya, Renovasi Menara Siger oleh BRI. Menara Siger telah menjadi ikon Lampung yang sangat kuat. Bangunan ini akan direnovasi menjadi landmark yang dapat digunakan untuk menikmati view laut dan bukit, plaza, dan tugu titik nol km Sumatera.

Kemudian, Pembangunan Creative Hub oleh BNI dan housing Development serta Enterpreneurship Center oleh BTN.

Saat ini, kegiatan wisata berbasis komunitas relatif minim. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat wisata utama pelabuhan (Menara Siger).

“Adanya Creative Hub dan Entrepreneurship center ini kami berharap dapat menunjang kebutuhan berwisata berbasis komunitas. Sehingga dapat meningkatkan roda perputaran ekonomi dan menjadi generator aktivitas bagi pelaku komunitas maupun wilayah Lampung,” Bebernya.

Baca Juga:   Jelang Nataru, Pos Penyekatan Kembali Diaktifkan

Kartika meyakini destinasi wisata terintegrasi ini akan menjadi unggulan daerah Lampung. Sebab, selain memiliki panorama alam yang sangat indah, kawasan ini juga memiliki akses keterhubungan yang sangat baik antara Pulau Jawa dan Sumatra yang dihubungkan dengan layanan penyeberangan.

Sementara, Direktur ASDP Indonesia, Ira Puspadewi menjelaskan, dengan Groundbreaking oleh Wamen BUMN ini, berarti proses pembangunan Bakauheni Harbour City dimulai.

“Kita akan mulai proses pembangunannya. Secara bertahap, kita akan bangun Masjid yang akan dibangun oleh BSI,” Ujarnya.

Ira menjelaskan, proses pembangunan ini ditargetkan akan selesai pada Juni 2022. Sehingga diharapkan sebelum Juni 2022 pembangunannya akan selesai.

“Dengan kerjasama antar semua pihak, semoga proses pembangunan ini berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” Katanya.

Sementara, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mendukung penuh proses pembangunan Bakauheni Harbour City. Sebab, pembangunan ini dapat mendukung perekonomian masyarakat. Khususnya yang ada di wilayah Lamsel.

“Bahan pangan DKI Jakarta kan berasal dari Lampung. Pembangunan ini menjadi pendukung transportasi laut,” Pungkasnya. (yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan