Wanita Lansia Jadi Korban Penjambretan

  • Bagikan
Olah TKP : Petugas Inafis Polresta Bandarlampung saat melakukan olah TKP penjambretan di jalan pangeran Antasari, sekitar flyover pasar Tugu, Bandarlampung, Rabu (1/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Petugas Inafis Polresta Bandarlampung saat melakukan olah TKP penjambretan di jalan pangeran Antasari, sekitar flyover pasar Tugu, Bandarlampung, Rabu (1/9). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Seorang wanita lanjut usia (lansia) menjadi korban penjambretan di sekitar flyover Pasar Tugu, Bandarlampung pada Rabu (1/9). Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 5.30 wib.

Adapun korban, diketahui bernama Susiawati (71), warga jl. P. Antasari, Kedamaian, Bandarlampung. Pasca kejadian, korban diketahui meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit Graha Husada.


Berdasarkan informasi yang diterima, korban saat itu dibonceng oleh pengemudi ojek melaju dari arah jl. P. Antasari menuju Pasar Tugu, Bandarlampung. Setibanya di bawah flyover, tas korban ditarik oleh pelaku.

Akibatnya, korban terjatuh dari atas motor dan diduga terbentur median jalan. Sementara, pelaku yang belum diketahui jumlahnya tersebut kabur setelah gagal menggasak tas milik korban.

Joni, salah satu warga di sekitar lokasi kejadian mengatakan, korban mengalami luka dan pendarahan diduga akibat terbentur saat terjatuh. “Saya lihat keluar darah dari telinganya (korban, red), tapi nggak liat lukanya dimana,” katanya.

Baca Juga:   Polisi Masih Berusaha Identifikasi Pelaku Pencurian Minimarket

Joni mengatakan, saat kejadian tersebut, dirinya baru saja pulang dari masjid. Lantaran melihat kerumunan warga di bawah flyover, Joni pun mendekat.

“Waktu saya sampai, warga sudah ramai, bantuin korban. Saya juga mau ikut bantu tadinya bawa korban ke rumah sakit, tapi kemudian ada mobil lewat dan akhirnya dibawa ke rumah sakit,” terangnya

sementara itu, Irwin, pedagang nasi uduk yang ada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, aksi penjambretan tersebut terjadi usai adzan subuh. Saat itu, situasi di lokasi kejadian memang sedang sepi.

Irwin mengaku sempat mendengar korban berteriak, namun dia tidak sempat melihat ciri-ciri pelaku lantaran sedang membereskan dagangan. “Waktu kami lagi beres-beres, baru mau tutup. Jadi lagi nyapu-nyapu,” kata dia.

Irwin mengatakan, sempat mendengar korban berteriak, namun saat itu Irwin mengira itu hanya ulang iseng seseorang dan tidak langsung menghiraukan teriak korban.

Baca Juga:   Polisi Akan Minta Keterangan Dari RT Setempat dalam Kasus Dugaan Perselingkuhan

“Soalnya waktu itu saya lagi nyapu dan ketutupan gerobak. Saya cuma dengar ada yang teriak copet. Saya pikir becandaan, tapi karena penasaran akhirnya saya lihat,” katanya.

Saat itu Irwin melihat korban sudah tergeletak di jalan dan terluka. Irwin dan beberapa orang yang ada di sekitar lokasi kejadian kemudian langsung datang untuk menolong dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

“Waktu itu orang-orang baru turun mau sholat subuh, langsung datang mendekati korban. Ada lah salah satu yang kenal sama korban, akhirnya langsung membawa korban ke rumah sakit. Saya juga ikut nemenin waktu itu,” tuturnya.

Irwin menambahkan, menurut warga sekitar, di lokasi tersebut memang sudah kerap terjadi tindak kriminal serupa. “Katanya sih memang sudah sering kejadian (pencopetan, red),” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan