Warga Bantah Lahan Sengketa Diserahkan Tahun 2015

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pernyataan Wakil Deputi Kepala Divisi Region VI PT KAI Divre VI Tanjung Karang Asdo Artriviyanto menyebutkan, bahwa lahan sengketa di Jalan Duku, Pasir Gintung diserahterimakan tahun 2015. Namun, hal itu dibantah Hedy yang mengaku sebagai pemilik rumah atau lahan sebelumnya.

Hedy menegaskan, bahwa tidak ada serah terima atas lahan tersebut. “Ada penyerahan rumah tahun 2015, jadi menurut saya tidak ada dari pihak dia (PT KAI) mengambil alih, itu tidak ada,” tegasnya, saat ditemui di kantor LBH Bandarlampung, Rabu, (4/7).

Hedy mengatakan, hingga saat ini tidak ada penyerahan atas lahan yang disengketakan dihadapannya. Ia pun mengaku sampai detik ini tidak ada penyerahan yang dimaksudkan PT KAI.

Baca Juga:   Bandel, Tempat Usaha Ini Disegel 7 Hari

“Kalau saya dijadikan saksi seharusnya ada tanda terima, dan saya juga ingin lihat bukti penyerahannya, tapi yang jelas sampai detik ini dari kelaurga saya tidak ada yang menyerahkan ke PT KAI,” paparnya.

Sementara itu, Kadiv Sipol LBH Bandarlampung Muhammad Ilyas mengatakan, yang dilakukan PT KAI Divre VI Tanjungkarang tidaklah dibenarkan melakukan aktifitas pembongkaran di lahan tersebut.

“Seperti surat DPRD Provinsi Lampung nomor 005/1953/III.01/2017 ini masih status quo, jadi PT KAI tidak bisa menggugat warga. Karena, sudah jelas dalam rapat dengar pendapat bersama kementrian Agraria dan Tata Ruang / BPN pada tanggal 24 November 2016 untuk menyimpulkan bahwa foto copy peta tanah (Grondkaart) yang dijadikan dasar dokumen klaim PT KAI bukan merupakan alas hak PT KAI,” tandasnya.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Sebelumnya diberitakan, Puluhan warga Pasir Gintung meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Rabu, (4/7), terkait pemeberitaan media massa atas tundingan perusakan salah satu aset milik PT. KAI Divre VI Tanjungkarang di Jalan Duku, Pasir Gintung, Tanjungkarang Barat, yang dilakukan oleh puluhan warga, pada Selasa, (3/7) kemarin. (ndi/ang)




  • Bagikan