Warga Bratasena Adiwarna Keluhkan Lambannya Respon Permintaan Sambungan Listrik

  • Bagikan
Ilustrasi penggunaan listrik di rumah. Foto: Pixabay

RADARLAMPUNG.CO.ID – Beberapa warga di area Bratasena Adhiwarna mengeluhkan belum terealisasikannya pemasangan sambungan listrik baru. Salah satu calon pelanggan baru yang enggan disebut namanya mengatakan, dirinya telah mendaftar dan membayar secara online pada 17 Januari 2021 lalu untuk 3 phase 13.200 VA.

“Sampai sekarang (pertengahan Maret ) belum ada realisasinya. Saya sudah tanyakan ke UPL Rumbia, dan jawabannya kWh 3phase belum ada/belum tersedia/stock habis,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/3).


Menurutnya, hal itu sangat mengherankan. Sebab perusahaan BUMN sekelas PLN seharusnya sudah mempersiapkan untuk melayani pelanggan yang sangat banyak di area Bratasena.

“Jika dilihat di lapangan, jaringan PLN sudah siap, bangunan musala kami pun sudah terpasang kWh 1 phase. Sedangkan, kabel jaringan listrik milik eks PT CPB sudah digulung. Jadi, masyarakat pun tidak mendapatkan aliran listrik untuk rumah maupun budidaya udang,” jelasnya.

Baca Juga:   Walikota Bandarlampung 2 Periode Herman HN Menerima THT

Terpisah, Manajer UP3 PLN Metro Joko Nur Astanto menuturkan, ada beberapa material yang belum lengkap. Seperti Box APP atau alat pengukur dan pembatas. “Box APP ini masih kita pesankan. Nanti kami akan komunikasikan dengan calon pelanggannya,” responnya.

Ia memperkirakan, sekitar satu sampai 2 pekan, sambungan baru bisa terealisasikan. “Perkiraan satu sampai dua minggu lagi. Setelah material tersedia, nanti akan kami pasang,” ucapnya.

Pasokan Listrik Terputus, Petambak Kurangi Budidaya

PETAMBAK udang di Kampung Bratasena Adiwarna, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang, terpaksa mengurangi budidaya karena pasokan listrik terputus. Hal ini disampaikan Pj Kepala Kampung (Kakam) Bratasena Adiwarna Hendriansyah kepada Radarlampung.co.id, Rabu (17/3).




  • Bagikan