Warga Karang Maritim Gotong Royong Bersihkan Banjir Lumpur

  • Bagikan
Suasana gotong-royong warga Rt 04 Lk 03 Kelurahan Karang Maritim, Panjang, Selasa (6/10) siang. Foto Prima IP/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID- Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) warga RT 03 dan RT 04 LK 03, Kelurahan Karang Maritim, Panjang, yang berada di bawah tanah kavlingan hanya memperoleh jaminan selama satu tahun ini dari pihak pengembang.

Dari aktivitas pengerukan bukit menjadi kavlingan tersebut, warga dua RT tersebut mengalami kebanjiran bercampur lumpur pada Senin (5/10) pagi. Terpantau sampai Selasa (6/10) siang warga masih bergotong-royong membersihkan rumah dan lingkungan mereka dari lumpur yang sempat menggenangi pemukiman mereka.

Dengan peralatan seadanya warga mengeruk serta mengangkut timbunan lumpur menggunakan karung dari jalan maupun rumah. Warga beramai-ramai merapihkan kembali kondisi jalan pemukiman.

Menurut warga, kegiatan gotong-royong itu merupakan hasil mediasi warga dengan pihak pengembang. Dimana warga diberikan dana untuk lakukan kegiatan pembersihan lumpur.

Namun untuk jaminan yang diberikan oleh pengembang terhadap warga setempat hanya selama satu tahun di 2020 ini. Sehingga kedepannya, ditakutkan peristiwa serupa dapat terjadi di kemudian hari. “Ya dikasih jaminan satu tahun kata pihak pengembangnya, kalau ada kerusakan imbas kegiatan dia (pengembang, red) yang nanggung. Harusnya selamanya. Tapi ini cuma satu tahun aja,” ujar Aziz (57) warga setempat saat ditemui dilokasi, Selasa (6/10).

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

Jaminan itu diberikan berdasarkan rapat musyawarah antar warga dan pengembang, sehingga di berikan jaminan dari pengembang apabila dalam proses kegiatan itu berdampak pada warga. “Informasinya yang punya itu orangnya sekarang lagi di Medan. Dan mereka bilang dibawah tebing bukit itu mau di bangun talud tapi sampai sekarang belum selesai,” tuturnya.

Ketika 2021 nanti, tentu menurut Aziz pengembang akan lepas tangan jika terjadi sesuatu. “Nah itu bingungnya enggak tahu gimana perkembangan selanjutnya, nanti mau diusulkan lagi kalau cuma satu tahun sebentar banget, apa lagi disini banyak warga yang sudah tinggal puluhan tahun, nama pengembangnya Anton Sibarani, kurang tahu kalau perusahannya apa,” tuturnya.

Baca Juga:   Salurkan 1.000 Paket Sembako, Bunda Eva Berharap Tepat Sasaran

Begitu pula diungkapkan, Mursiem (70) warga sekitar yang terdampak banjir lumpur. Dirinya yang telah tinggal puluhan tahun di Karang Maritim mengatakan saat kejadian hanya seorang diri didalam rumah, beruntung tidak berdampak kerusakan rumah.

“Kejadian subuh, udah dua kali pertama sudah lama tapi enggak parah benar kayak kemarin, kemarin itu lumpurnya sampai masuk ke dalam rumah. Alhamdulillah sudah dibersihkan bersama warga,” ujarnya.

Pihaknya berharap bahwa rencana pihak pengembang membangun talud dapat secepat mungkin direalisasi. “Warga sini juga ngomong ke pengembang supaya di percepat pembangunan talud dan perbesar serta perbanyak drainase,” ungkapnya.(pip/wdi)

 




  • Bagikan