Warga Keluhkan Air PDAM Tak Lancar, Humas PDAM Beri Bocoran Waktu-waktu Air Dialirkan

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Jl. Bawang, Perumahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung mengeluhkan saluran air PDAM Way Rilau. Sudah beberapa hari terakhir, air jarang hidup.

Meskipun hidup, tidak mampu mengisi bak penampungan air.


Ali, warga Prumahan Beringin Raya B 3-4 mengatakan, di Jl. Bawang ada tiga Blok yang dialiri air dari PDAM. Pertama Blok 1-2, lalu Blok 3-4, dan Blok 5-6.

Untuk kediamannya berada di Blok 3-4. Rata-rata air dibloknya mengalir pukul 01.00 WIB atau pukul 02.00 WIB malam. Sedangkan siang harinya kecil.

Namun, sudah beberapa hari terakhir, kata Ali, air PDAM di rumahnya tidak dapat naik ke bak penampungan. Sehingga, untuk mandi, dirinya bersama keluarga harus menumpang.

“Padahal dulu sangat lancar airnya. Meski sangat kemarau tetap lancar,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Senin (8/11).

Dirinya bercerita, tersendatnya aliran air tersebut mulai setelah beberapa tahun lalu sejak ada perubahan jalur.

“Jalur itu permanen tadinya, kemudian ada perbaikan digali. Kayaknya disambungkan pipa ke bawah. Sehingga menurut perkiraan dari tempat saya mungkin setelah dibuka ngelos ke bawah. Baru muter ke saya lagi alur air itu. Dampaknya Blok 3-4 airnya kecil,” tuturnya.

Disinggung sejak kapan, air mulai jarang mengalir, menurutnya sudah sejak dua pekan terakhir yang dirasakan paling dasyat.

Baca Juga:   Transfer Dana Desa ke Lampung 2022 Turun Rp114,33 Miliar, Berikut Ini Rincian per Daerah

“Sebelumnya lancar tapi kecil. Kadang hidup pukul 23.00 WIB sampai 01.00 WIB malam, nggak tentu. Mulai 5 hari kebelakang belum hidup. Walau hidup, tapi kecil. Malam nggak kebagian. Yang terdampak sekitar 15 rumahan,” ungkapnya.

Ditanya apalah telah membuat aduan resmi ke PDAM Way Rilau, Ali mengaku belum. Namun dirinya pernah mencari terkait aduan PDAM di website, banyak keluhan yang sama, namun tidak ada tanggapannya.

“Ingin ke sana tapi belum sempat,” ujarnya, sembari mengatakan pembayarannya setiap bulan di atas Rp100 ribu, tergantung pemakaian.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Humas dan Langganan PDAM Way Rilau Hikmarwadi mengatakan, terjadinya air kecil di Jl. Bawang, dikarenakan sistem penyaluran di daerah tersebut dengan sistem bak penampungan.

Setelah bak penampungan penuh, barulah air disalurkan ke pelanggan PDAM Way Rilau dengan cara jam bergilir.

Pengaliran dilakukan dengan dua tahap. Pertama, penampungan dari pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB, dialirkan ke pelanggan pukul 01.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Kemudian, penampungan bak menampung kembali air pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Lalu, pukul 11.00 WIB hingga pukul  15.00 WIB dibuka dan dialirkan ke pelanggan.

“Mata air yang kita gunakan dari Tanjung Aman, Sumber Agung. Air dari gunung debit airnya memang kurang sekarang. Meski sudah mulai hujan, tapi masih awar. Ini pengaruh kemarau,” tuturnya.

Baca Juga:   Selama PPKM Level 3, di Bandarlampung Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan

Sehingga, kata Wadi, keadaan tersebut berpengaruh terhadap lama waktu tampung air sebelum dialirkan, yang biasanya hanya tiga jam.

“Bak penampungannya ada dua, total daya tampungnya 1.000 kubik untuk mensuplai daera Kemiling,” ujarnya.

Disinggung, apakah ada alternatif lain dari PDAM untuk memenuhi kekurangan suplai air tersebut, menurutnya pihaknya bakal berharap banyak pada KPBU yang saat ini pengerjaannya tengah berjalan.

“Kalau di Beringin Raya belum di lalui KPBU, tapi ada rencana ke sana juga untuk memperluas cakupan pelayanan,” ungkapnya.

Terkait layanan call center yang dapat digunakan konsumen untuk menyampaikan aduan, pelanggan dapat menghubungi nomor 0721-483855.

Nantinya dari oprator akan menginput dan meneruskannya ke bagian distribusi.

Nah, nanti bagian teknis yang akan menindak lanjuti ke lapangan. Biasanya satu hari dari aduan sudah langsung ditindak lanjuti. Tim teknis ini dibagi dua tim, satu tim Tanjungkarang yang menghendel hingga daerah Rajabasa. Satu lagi tim Teluk yang menghendel hingga Panjang,” ucapnya.

Aduan yang masuk ke PDAM Way Rilau pun kata Wadi beragam, seperti Oktober ada sekitar 146 mengadu terkait air mati. “Jadi dari aduan tersebut kita tindak lanjuti,” ucapnya. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan