Warga Kemiling Permai Keluhkan Galian di Jalan

  • Bagikan
Akses jalan yang diduga dipersempit di Jl. Way Limus, Blok V RT 09. Foto Ist. Warga
Akses jalan yang diduga dipersempit di Jl. Way Limus, Blok V RT 09. Foto Ist. Warga

RADARLAMPUNG.CO.ID – Warga Jl. Way Limus Blok V RT 09, Kelurahan Kemiling Permai, Kemiling, mengeluhkan kondisi jalan yang dipersempit. Bahkan, lokasi yang masih tanah itu pasca diuruk menjadi licin dan menimbulkan genangan air, sehingga rawan kecelakaan lalulintas.

Warga setempat, yang enggan namanya disebut mengatakan, semula jalan yang merupakan hibah dari M. Sono itu berukuran sekitar empat meter dan diperuntukkan sebagai akses jalan.



Namun, belakangan ada seseorang mangaku bahwa tanah tersebut milik dia dan ingin membangun di lokasi tersebut, namun diduga mengambil akses jalan. Akibatnya jalan menjadi sempit.

“Orang-orang di kampung ini tahu semua, kalau jalan hibah pak M. Sono untuk jalan empat mater, tapi ada yang diduga mengambil hak jalan, jalan jadi sempit dong. Bukan hanya itu, jalan yang memang tanah, sejak digali dia, kalau hujan turun jadi becek dan licin. Khawatir kalau hujan kendaraan tergelincir, kan bahaya,” sesalnya, Jumat (3/12).

Menurutnya, memang tanah milik oknum tersebut berdampingan dengn akses jalan. Semenjak tanah dikeruk, akses jalan kendaraan harus memutar.

“Dulu jalan jadi akses lalu-lalang, semenjak dikeruk orang nggak mau lewat situ, apalagi kalau hujan, nggak bisa jalan,” ucapnya.

Persoalan tersebut, menurut dia, sudah dibicarakan oleh pemilik tanah awal, yang sudah dihibahkan untuk jalan umum. “Hal ini jelas sudah mengganggu ketertiban umum, karena akses jalan warga. Memang di lokasi tersebut ada tanah dia, namun ini jelas mengganggu warga,” tuturnya.

Sementara, Iyan pemilik lahan yang juga Ketua RT 09 Kelurahan Kemiling Permai tersebut mengatakan, tanah tersebut miliknya dan sudah ada patok sejak dulu.

“Ini tanah punya saya pak, lucu lah kalau tanah saya mau saya apakan harus musyawarah dengan warga. Itu memang mau saya bangun, dan nantinya itu saya pondasi kok dan saya nggak mengambil hak jalan. Dosa pak kalau ngantuk tanah, pertanggungjawaban di akhiratnya nanti,” ujarnya saat dihubungi via teleponnya.

Terkait persoalan tanah tersebut, menurutnya sudah pernah ada pihak Babinsa mendatangi dirinya dan diakui bahwa tanah tersebut miliknya.

“Babin sudah pernah lihat pak, karena memang ini tanah saya. Saya kerja manual kalau pake alat mungkin cepat, saya kalau ada rezeki nanti cepat saya pondasi,” tandasnya. (rls/pip/sur)






  • Bagikan